Pemerintah resmi menetapkan Jumat, 3 April 2026, sebagai hari libur nasional. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama tiga menteri yang mengatur cuti bersama dan hari libur untuk tahun tersebut.
Yang menarik, tanggal ini akan membentuk periode libur panjang atau long weekend. Kenapa? Karena posisinya yang berdekatan dengan hari Sabtu dan Minggu. Jadi, bersiaplah untuk merencanakan waktu istirahat yang sedikit lebih panjang di awal April nanti.
Makna di Balik Libur 3 April
Lalu, memperingati apa sebenarnya tanggal 3 April itu? Dalam kalender, hari itu adalah peringatan Wafat Yesus Kristus, atau yang lebih dikenal sebagai Jumat Agung bagi umat Kristiani. Penetapannya mengikuti SKB 3 Menteri tadi.
Bagi yang beragama Kristen, momen ini sangat sakral. Menurut penjelasan dari Bimas Kristen Kemenag RI, peristiwa penyaliban di kayu salib itu bukan sekadar duka. Ia dilihat sebagai awal dari kehidupan baru, sebuah titik tolak kebangkitan.
Nuansa kesedihan dan pengharapan itu berpadu dalam peringatan ini.
Rangkaian Menuju Paskah
Dua hari setelahnya, tepatnya pada Minggu, 5 April 2026, umat Kristiani akan merayakan Hari Kebangkitan Yesus Kristus atau Paskah. Jadi, ada rangkaian perjalanan iman yang berlangsung dalam beberapa hari.
Minggu sebelum Paskah sendiri biasa disebut Pekan Suci. Semuanya berawal dari Minggu Palma, lalu mencapai puncaknya pada Tri Hari Suci: Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci. Baru kemudian sampailah pada sukacita Minggu Paskah.
Peluang untuk Long Weekend
Nah, dari sisi kalender, ini jadi kabar baik untuk yang butuh jeda. Awal April 2026 akan memberikan kesempatan libur berturut-turut. Coba lihat urutannya:
- Jumat, 3 April: Libur nasional (Wafat Yesus Kristus).
- Sabtu, 4 April: Libur akhir pekan biasa.
- Minggu, 5 April: Libur nasional (Kebangkitan Yesus Kristus).
Jadi, dalam praktiknya, Anda bisa menikmati waktu istirahat selama tiga hari penuh. Cukup panjang untuk sekadar rebahan di rumah atau merencanakan perjalanan singkat keluar kota.
Begitulah. Tanggal 3 April 2026 bukan sekadar hari libur biasa. Ia punya makna religius yang dalam, dan secara kebetulan atau mungkin berkah memberikan kita semua kesempatan untuk bernapas sejenak di tengah kesibukan.
Artikel Terkait
Serangan Udara Israel Tewaskan Enam Orang di Gaza, Gencatan Senjata Kembali Terkoyak
Patuna Travel Siapkan Hotel Transit di Makkah Dekat Armuzna untuk Jemaah Haji
Kecelakaan Maut di Tol Paspro, Sopir Innova Diduga Mengantuk hingga Tabrak Dump Truk, Dua Staf Anggota DPR Tewas
Willem II Tilburg Promosi ke Eredivisie Usai Kalahkan Volendam Lewat Adu Penalti, Nathan Tjoe-A-On Tampil Penuh