Gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober lalu belum mampu menghentikan kekerasan di Jalur Gaza. Serangan udara Israel kembali menewaskan enam orang, termasuk lima petugas polisi dan seorang remaja, dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (23/5) waktu setempat. Peristiwa ini menambah panjang daftar pelanggaran di tengah kesepakatan yang seharusnya menghentikan pertempuran.
Berdasarkan laporan badan pertahanan sipil Gaza, serangan itu menyasar sebuah lokasi polisi di daerah al-Tuam. Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza kemudian mengkonfirmasi penerimaan enam jenazah, terdiri dari lima aparat kepolisian dan seorang anak yang lahir pada tahun 2011. Seorang koresponden di lokasi melaporkan melihat setidaknya tiga jenazah yang telah dibungkus kain kafan putih.
Pihak kepolisian Gaza menyatakan bahwa dua rudal Israel ditembakkan ke pos mereka di al-Tuam. Seorang saksi mata menuturkan bahwa serangan itu secara spesifik menargetkan sebuah tenda yang digunakan oleh polisi, yang berada tepat di sebelah pos pemeriksaan. Sementara itu, sumber militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut menyasar “teroris Hamas” di daerah tersebut.
Di bawah ketentuan gencatan senjata, Israel memang masih memiliki hak untuk menyerang target yang dinilai sebagai ancaman. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kekerasan tetap terjadi hampir setiap hari. Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas mencatat bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan, total 42 petugas polisi telah tewas di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Patuna Travel Siapkan Hotel Transit di Makkah Dekat Armuzna untuk Jemaah Haji
Kecelakaan Maut di Tol Paspro, Sopir Innova Diduga Mengantuk hingga Tabrak Dump Truk, Dua Staf Anggota DPR Tewas
Willem II Tilburg Promosi ke Eredivisie Usai Kalahkan Volendam Lewat Adu Penalti, Nathan Tjoe-A-On Tampil Penuh
Pencuri Handphone di Tambora Tertangkap Basah saat Warga dan Polisi Siskamling