Sejarah bulu tangkis dunia mencatat satu nama yang melampaui batas kebangsaan: Tony Gunawan. Ia adalah satu-satunya pebulu tangkis yang berhasil meraih gelar juara dunia di bawah bendera dua negara berbeda, sebuah pencapaian yang belum tertandingi hingga saat ini. Prestasi luar biasa ini diraihnya saat membela Indonesia pada 2001, dan kemudian terulang kembali empat tahun kemudian ketika ia memperkuat Amerika Serikat.
Gerbang menuju rekor bersejarah itu terbuka pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2001 di Sevilla, Spanyol. Bertarung di sektor ganda putra, Tony berpasangan dengan Halim Haryanto. Sejak awal turnamen, duet andalan Indonesia itu tampil dominan dan berhasil melaju ke partai puncak. Di laga final, mereka menghadapi ganda putra tangguh asal Korea Selatan, Ha Tae-kwon dan Kim Dong-moon. Tanpa ampun, Tony dan Halim menyudahi perlawanan lawan dengan kemenangan telak dua gim langsung, 15-0 dan 15-3, sebuah skor yang sangat mencolok di era sistem poin klasik.
Empat tahun berselang, kehidupan membawa Tony pada keputusan besar: berpindah kewarganegaraan dari Indonesia ke Amerika Serikat. Banyak pihak menilai masa keemasannya telah berlalu. Namun, magis Tony ternyata belum pudar. Pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2005, ia turun membela panji Amerika Serikat dengan berpasangan bersama atlet lokal, Howard Bach. Di luar dugaan banyak kalangan, kombinasi baru ini sukses melaju mulus hingga ke babak final.
Menariknya, di partai puncak, Tony dan Howard justru berhadapan dengan mantan rekan senegaranya sendiri, Candra Wijaya dan Sigit Budiarto. Pertarungan sengit tiga gim yang menguras emosi pun tersaji. Tony dan Howard akhirnya keluar sebagai juara dunia baru setelah menang dengan skor akhir 15-11, 10-15, dan 15-11. Melalui pencapaian sensasional di tahun 2005 itulah, nama Tony Gunawan resmi terpatri dalam buku sejarah dunia. Hingga saat ini, belum ada satu pun pebulu tangkis lain yang mampu menyamai rekor uniknya sebagai juara dunia di dua negara berbeda.
Artikel Terkait
Aleix Espargaro Puji Peran Alberto Puig di HRC: Sosok Pembela Pembalap yang Tetap Jadi Figur Sentral
Bruno Moreira Cetak Brace di Laga Pamungkas, Persebaya Hajar Persik 5-0
Madura United Selamat, Persis Solo Terdegradasi meski Menang di Laga Pamungkas
Mariano Peralta Pemain Terbaik Super League 2025/2026, Persija dan Persib Buru Winger Borneo FC