Madura United Selamat, Persis Solo Terdegradasi meski Menang di Laga Pamungkas

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:30 WIB
Madura United Selamat, Persis Solo Terdegradasi meski Menang di Laga Pamungkas

Drama degradasi mewarnai pekan pamungkas Super League 2025/2026. Persis Solo harus menerima kenyataan pahit terdegradasi ke kasta kedua, meskipun berhasil memenangi laga terakhir mereka, setelah hasil pertandingan di stadion lain memupuskan seluruh asa.

Madura United memastikan diri bertahan di Super League musim depan usai mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (23/5/2026). Kemenangan yang diraih Laskar Sapeh Kerrab itu menjadi berkah bagi mereka, namun berubah menjadi petaka bagi Persis Solo, klub yang identik dengan sosok Kaesang Pangarep.

Sejak awal laga di Bangkalan, intensitas pertandingan berjalan sangat tinggi. Madura United tampil agresif dengan kesadaran penuh bahwa hanya kemenangan yang dapat menyelamatkan mereka dari jerat degradasi. Tim tuan rumah langsung menekan pertahanan PSM sejak menit pertama. Sebuah tendangan sudut yang dieksekusi Lulinha nyaris menghasilkan gol cepat ketika sundulan Ruxi masih bisa diantisipasi.

Di sisi lain, PSM yang datang dengan ambisi menutup musim secara manis justru kesulitan mengembangkan permainan. Lini pertahanan Madura United tampil disiplin, membuat skuad Juku Eja tak mampu menciptakan peluang bersih. Pertandingan berjalan keras, ditandai dengan kartu kuning pertama yang diterima Luka Cumic pada menit ke-11 setelah duel udara keras dengan Monteiro. Tak lama berselang, Lulinha juga menerima kartu kuning akibat tekel keras kepada Sheriddin Boboev yang hendak melancarkan serangan balik.

PSM sempat memperoleh peluang melalui sepakan jarak jauh Ananda Raehan pada menit ke-20, namun bola masih melebar tipis di sisi gawang. Ketegangan akhirnya pecah menjelang turun minum. Gol pembuka Madura United lahir pada menit ke-43 melalui aksi Junior Brandao. Berawal dari tendangan keras Taufany yang ditepis Reza Arya, bola muntah gagal diamankan sempurna dan langsung disambar Brandao menjadi gol. Stadion Gelora Bangkalan pun meledak dalam euforia.

Keunggulan 1-0 membuat Madura United semakin percaya diri memasuki babak kedua. PSM mencoba bangkit dengan memasukkan Rasyid Bakri yang sempat memberi energi baru di lini tengah. Rasyid langsung mendapatkan peluang emas lewat sundulan pada menit ke-47, namun arah bola masih belum tepat sasaran. Alih-alih menyamakan kedudukan, PSM justru kembali dihukum. Junior Brandao mencetak gol keduanya pada menit ke-54 melalui sundulan tajam memanfaatkan situasi sepak pojok. Umpan Taufany diteruskan Pedro Monteiro sebelum diselesaikan Brandao dengan tandukan akurat. Skor berubah menjadi 2-0 dan membuat tekanan beralih sepenuhnya kepada Persis Solo.

Sementara itu, di stadion lain, Persis Solo sebenarnya tampil cukup baik saat menghadapi Persita Tangerang. Gol Jefferson pada akhir babak pertama membawa Laskar Sambernyawa unggul lebih dulu. Pada babak kedua, Persis terus menekan dan berhasil memperbesar keunggulan melalui Miroslav Maricic pada menit ke-74. Persita sempat memperkecil kedudukan lewat Pablo pada menit ke-90, namun Persis kembali menjauh melalui tandukan Dejan Tumbas pada masa injury time. Skor akhir 3-1 sebenarnya cukup untuk menjaga asa Persis.

Namun, harapan itu runtuh ketika kabar kemenangan Madura United dipastikan. Persis Solo akhirnya harus menerima kenyataan pahit terdegradasi setelah finis di posisi ke-16 dengan 34 poin. Madura United naik ke peringkat 14 dengan 35 poin dan memastikan diri selamat. Ironisnya, PSM Makassar yang kalah tetap bertahan di Super League karena unggul dalam rekor head to head atas Persis Solo, meskipun sama-sama mengoleksi 34 poin.

Bagi Persis, ini menjadi akhir musim yang sangat menyakitkan. Mereka menang di lapangan, tetapi tetap kalah oleh situasi. Dan bagi Kaesang Pangarep, musim ini akan dikenang sebagai salah satu periode paling pahit sejak klub kebanggaan Solo itu kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar