Tiga remaja di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengalami keracunan setelah menghirup gas karbon monoksida yang bocor dari mesin genset sebuah masjid. Peristiwa yang terjadi saat pemadaman listrik itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.
Kedua korban tewas diketahui berinisial GA dan HAK, masing-masing berusia 15 tahun. Sementara itu, korban yang masih kritis berinisial H, 16 tahun, saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ketiganya merupakan pelajar dari sekolah yang berbeda.
Kapolsek X Kota, Iptu Martheriko, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika sekelompok remaja berkumpul dan bermain di area masjid. “Pas lampu mati, anak-anak ini berkumpul dan bermain. Karena baterai HP habis, mereka minta tolong hidupkan genset,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (22/5) pukul 18.40 WIB. Sekitar pukul 21.00 WIB, para remaja meminta izin untuk menyalakan genset di ruang sekretariat masjid guna mengisi daya telepon genggam mereka. Awalnya, ada lima orang yang berkumpul di ruangan tersebut. Namun, dua di antaranya memilih pulang lebih awal, sedangkan tiga korban memutuskan untuk tidur di kamar belakang masjid dengan pintu tertutup rapat tanpa ventilasi udara.
“Mesin genset dinyalakan di ruang tertutup tanpa ventilasi. Gas karbon monoksida tidak berbau dan tidak berwarna sehingga korban tidak menyadari bahayanya,” kata Martheriko.
Ketiga korban baru ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.30 WIB oleh ibu dari salah satu korban yang bermaksud membangunkan mereka. Mengetahui hal tersebut, warga segera mengevakuasi para korban ke Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Yarsi Padang Panjang untuk mendapatkan penanganan medis.
Artikel Terkait
Rifki Hakim Tinggalkan Peluang Jadi Kepala Sekolah Reguler demi Memimpin Sekolah Rakyat untuk Putus Rantai Kemiskinan
Pertamina Goes to Campus 2026 Resmi Dimulai di ITB, Siap Cetak Talenta Muda Energi Nasional
Sekolah di Australia Barat Ajarkan Bahasa Indonesia Sejak SD demi Perkuat Hubungan Bilateral
Polisi Lakukan Uji Balistik untuk Lacak Asal Peluru Nyasar di Ciracas