8,3 Juta Pelanggan di Sumatera Kembali Nikmati Listrik Usai Gangguan Akibat Cuaca Buruk

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:45 WIB
8,3 Juta Pelanggan di Sumatera Kembali Nikmati Listrik Usai Gangguan Akibat Cuaca Buruk

Lebih dari 8,3 juta pelanggan di Pulau Sumatera telah kembali menikmati aliran listrik setelah sistem kelistrikan mengalami gangguan akibat cuaca buruk pada Jumat (22/5/2026) lalu. Angka tersebut mencakup sekitar 63 persen dari total 13,1 juta pelanggan yang sempat terdampak pemadaman.

Gangguan berawal dari jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo–Sungai Rumbai di Provinsi Jambi. Peristiwa itu terjadi pada pukul 18.44 WIB dan dengan cepat memicu efek domino pada sebagian besar sistem kelistrikan Sumatera.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam konferensi pers pada Sabtu (23/5/2026) menjelaskan bahwa indikasi awal penyebab gangguan adalah cuaca buruk. Dampaknya tidak hanya berhenti pada satu ruas transmisi, melainkan meluas dan menyebabkan penurunan frekuensi akibat beban berat pada pembangkit.

“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,” ujar Darmawan.

Dalam waktu sekitar dua jam, jaringan transmisi yang terganggu berhasil dipulihkan. Setelah itu, fokus utama PLN beralih pada pengoperasian kembali pembangkit-pembangkit yang sempat terdampak. Proses ini dilakukan secara bertahap dan sistematis dengan tetap mengutamakan keamanan sistem.

Darmawan merinci bahwa pembangkit berbasis hidro dan gas menjadi andalan pertama karena mampu merespons cepat dan menyuplai sistem dalam waktu singkat. Sementara itu, pembangkit thermal seperti PLTU memerlukan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam, mulai dari proses start-up hingga beroperasi penuh.

“Proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat recovery awal,” katanya.

Pemulihan dilakukan secara simultan di tiga titik utama: transmisi, gardu induk, dan pembangkit. Untuk mendukung operasi ini, PLN menerjunkan ratusan personel yang bekerja selama 24 jam di wilayah terdampak, mulai dari Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.

Hingga Sabtu (23/5/2026) pukul 10.00 WIB, sebanyak 3.192 megawatt (MW) pasokan listrik telah berhasil disalurkan kembali dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak. Selain itu, 157 dari 176 gardu induk yang terganggu telah kembali beroperasi, memungkinkan 8.351.670 pelanggan menikmati listrik kembali.

“Saat ini seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Proses pemulihan terus berjalan dan kami all out agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman,” kata Darmawan.

PLN juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah daerah, aparat terkait, dan seluruh pemangku kepentingan. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar dan sistem kelistrikan kembali normal dengan keandalan yang terjaga.

Darmawan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat. Ia menegaskan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat pemulihan.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus siaga agar sistem kelistrikan bisa segera pulih dan masyarakat bisa kembali menikmati listrik dengan secepat mungkin,” ujarnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar