Membuang sperma di area vital pasangan saat berhubungan intim kerap dianggap dapat meningkatkan gairah dan suasana romantis. Namun, praktik ini menyimpan risiko kesehatan yang serius jika cairan tersebut tidak sengaja mengenai mata. Dokter mengingatkan agar tidak sembarangan melakukannya karena dapat memicu gangguan penglihatan hingga infeksi berat.
Dokter umum sekaligus konten kreator kesehatan, dr Aditya Surya Pratama, menjelaskan bahwa sperma bukanlah racun. Meski demikian, cairan ini tetap berpotensi menyebabkan iritasi hingga infeksi apabila masuk ke area mata. Menurutnya, komposisi sperma yang mengandung air, protein, enzim, zinc, asam sitrat, elektrolit, dan asam amino juga dapat membawa mikroorganisme berbahaya.
“Jadi sperma itu memang bukan racun, tapi kalau terkena mata itu bisa menimbulkan masalah serius, terutama infeksi,” kata dr Aditya dalam keterangannya.
Ia menambahkan, masuknya sperma ke mata dapat mengiritasi lapisan pelindung mata atau konjungtiva. Gejala yang muncul antara lain mata merah, perih, berair, hingga sensasi terbakar. Namun, risiko tidak berhenti pada iritasi ringan. Jika salah satu pasangan membawa infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia, bakteri atau virus tersebut dapat menginfeksi mata dan menyebabkan konjungtivitis berat.
“Masalahnya ini bukan cuma iritasi aja teman-teman, tapi bayangin kalau salah satu pasangan membawa infeksi menular seksual seperti misalnya Gonorrhea atau Chlamydia, bakteri, virus atau apapun itu bisa menginfeksi mata dan menyebabkan konjungtivitis berat atau penyakit lain,” ujarnya.
Dalam kasus tertentu, infeksi dapat berkembang dengan cepat dan merusak kornea mata. Kondisi itu berpotensi menyebabkan nyeri hebat hingga gangguan penglihatan apabila tidak segera ditangani. dr Aditya juga menyebutkan bahwa paparan cairan tubuh pada mata memiliki potensi menularkan HIV, meskipun risikonya tergolong rendah. Risiko tersebut bisa meningkat jika terdapat luka kecil pada permukaan mata.
“Jadi begitu terpapar, kuman atau bakteri bisa langsung masuk. Bahkan ya, pernah ada kasus mata merah hebat setelah terkena paparan cairan tubuh. Yang akhirnya itu butuh antibiotik bahkan perawatan lanjutan,” katanya.
dr Aditya mengingatkan agar segera melakukan penanganan awal apabila mata terlanjur terkena sperma. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membilas mata menggunakan air bersih mengalir selama beberapa menit. Ia juga menekankan pentingnya menghindari menggosok mata karena dapat memperparah iritasi.
“Jadi ini bukan sekedar soal kenyamanan aja, tapi ini soal kesehatan mata jangka panjang. Terus gimana kalau sampai terkena dong? Pertama kamu harus langsung bilas dengan air bersih mengalir selama beberapa menit. Jangan digosok dan kalau muncul nyeri atau merah hebat terus penglihatan terganggu segera langsung periksa ke dokter,” ujarnya.
Artikel Terkait
MNCTV Gelar Road To Kilau Raya di Semarang, Nella Kharisma hingga Ridho Rhoma Siap Meriahkan Panggung
Nathalie Holscher Laporkan Dugaan Penembakan Bodyguard oleh Oknum Polisi
DIA dan Ghea Indrawari Meriahkan Pembukaan Digital Innovation Awards 2026
NavaPark Perkenalkan Hunian Mewah Berbasis Keseimbangan Emosional dan Gaya Hidup Sehat