Kalau benar dia yang naik, ini akan jadi kejutan besar. Republik Islam sejak revolusi 1979 selalu menolak keras praktik suksesi keluarga, yang dianggap mengingatkan pada era monarki. Pengangkatan Mojtaba bisa diartikan sebagai lompatan yang kontroversial.
Di sisi lain, situasi di lapangan semakin ruwet. Iran saat ini dikabarkan dikendalikan oleh sebuah dewan darurat beranggotakan tiga orang, yang dipimpin oleh dua loyalis Khamenei yang selamat. Di tengah kekosongan kepastian ini, rumor perebutan kekuasaan semakin liar berembus.
Keadaan keamanan pun makin runyam. Serangan rudal dilaporkan terus terjadi, sementara Iran membalas dengan meluncurkan roket dan drone ke target-target yang dikaitkan dengan AS di kawasan. Suasana benar-benar mencekam.
Hingga detik ini, pemerintah Iran masih tutup mulut soal klaim pengangkatan Mojtaba. Tapi, andaikata kabar ini nanti terbukti, Iran mungkin sedang menapaki babak baru yang paling sensitif dalam sejarah modernnya. Sebuah peralihan kekuasaan yang berpotensi melahirkan dinasti politik baru di jantung Republik Islam.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Elite Bahas Dampak Global dan Kesiapan Indonesia
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia Mulai Maret 2026
Prabowo Gelar Pertemuan Khusus dengan Tokoh Senior Bahas Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Siap Evakuasi 15 WNI dari Teheran, Waktu Pelaksanaan Masih Dikaji