Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menggelar pertemuan khusus. Tujuannya jelas: mendengar langsung masukan dari sejumlah tokoh senior negeri ini menyikapi tensi geopolitik yang kian memanas di Timur Tengah. Dialog ini digelar di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa lalu.
Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda yang hadir dalam pertemuan itu membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Prabowo secara detail memaparkan perkembangan terkini di kawasan yang rawan itu. Situasinya dinilai sangat rumit dan berpotensi berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
"Masing-masing kita mencoba memberikan kontribusi pemikiran. Dan Presiden sangat terbuka untuk menanggapi usul-usul pemikiran dari para peserta,"
kata Hassan seusai pertemuan.
Bukan cuma Indonesia yang sedang menghadapi dilema ini. Hassan menilai, banyak negara lain juga kebingungan mencari posisi terbaik. Karena itulah, Prabowo sengaja membuka ruang diskusi dengan para mantan presiden, wakil presiden, dan tentu saja eks menteri luar negeri. Langkah ini diambil untuk memperkaya perspektif dan, yang tak kalah penting, menegaskan posisi Indonesia di panggung dunia.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Elite Bahas Dampak Global dan Kesiapan Indonesia
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia Mulai Maret 2026
Pemerintah Siap Evakuasi 15 WNI dari Teheran, Waktu Pelaksanaan Masih Dikaji
20 Nama Lolos Seleksi Administratif Calon Anggota Dewan Komisioner OJK