Prabowo Gelar Pertemuan Elite Bahas Dampak Global dan Kesiapan Indonesia

- Rabu, 04 Maret 2026 | 09:00 WIB
Prabowo Gelar Pertemuan Elite Bahas Dampak Global dan Kesiapan Indonesia

JAKARTA - Suasana di Istana Negara pada Selasa (3/3/2026) tampak berbeda. Ruang pertemuan itu dipenuhi oleh sederet nama besar. Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus, mengundang para mantan presiden, wakil presiden, hingga pucuk pimpinan partai politik. Agenda utamanya? Membicarakan gejolak dunia yang makin panas, terutama menyusul konflik Iran, dan bagaimana Indonesia harus bersiap.

Dari deretan tamu yang hadir, dua sosok langsung menyita perhatian: Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo. Kehadiran mereka memberi nuansa tersendiri, menunjukkan beratnya topik yang dibahas.

Tak kalah penting, para ketua umum partai juga memenuhi undangan. Tampak hadir Agus Harimurti Yudhoyono dari Demokrat, Zulkifli Hasan dari PAN, Al Muzzammil Yusuf dari PKS, dan Bahlil Lahadalia dari Golkar. Mereka duduk bersama, mendengarkan paparan dari Prabowo.

Usai pertemuan, Bahlil Lahadalia menyampaikan sedikit gambaran pada awak media yang menunggu.

“Bapak Presiden menjelaskan berbagai hal terkait perkembangan geopolitik dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi dinamika global, khususnya dalam konteks energi dan beberapa persoalan lain,” ujar Bahlil.

Menurutnya, pertemuan ini adalah langkah antisipatif. Tujuannya jelas: memastikan Indonesia tidak kaget dengan dampak global yang bisa menerpa, demi menjaga keamanan dan kepentingan nasional. “Prinsipnya, kami dari partai politik sangat memahami posisi yang dilakukan Bapak Presiden dan kesiapan langkah-langkah untuk mengantisipasi situasi ini,” imbuhnya.

Pandangan serupa datang dari Presiden PKS, Al Muzzammil Yusuf. Ia menambahkan, Prabowo tak hanya bicara soal energi. Krisis pangan dan soliditas elite nasional juga menjadi pokok pembahasan yang dianggap krusial.

“Intinya bagaimana kesiapan kita menghadapi krisis itu. Beliau menjelaskan tentang kesiagaan pangan, kesiagaan energi, dan dialog elite. Insya Allah beliau sendiri akan menyampaikan sikap resmi kepada publik,” jelas Muzzammil.

Selain Iran, ada satu topik lain yang mengemuka: Dewan Perdamaian atau Board of Peace untuk Palestina. Muzzammil mengungkapkan, Prabowo secara terbuka membahas opsi ini.

Dalam penilaian Presiden, Board of Peace mungkin bukan solusi yang sempurna. Namun di tengah situasi yang ada, itu dianggap sebagai jalan paling realistis untuk membawa perdamaian jangka panjang di tanah Palestina. “Dari penjelasan Pak Prabowo tentang Board of Peace itu adalah penjelasan yang mungkin telah Pak Prabowo sampaikan kepada MUI dan ormas Islam,” katanya.

Pertemuan yang berlangsung beberapa jam itu akhirnya berakhir. Meski belum ada pernyataan resmi yang dirilis, nuansa yang terasa adalah keseriusan. Pemerintah tampaknya sedang menyusun langkah, mengajak seluruh komponen bangsa untuk waspada menghadapi ketidakpastian dunia.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar