Pemerintah Siap Evakuasi 15 WNI dari Teheran, Waktu Pelaksanaan Masih Dikaji

- Rabu, 04 Maret 2026 | 07:50 WIB
Pemerintah Siap Evakuasi 15 WNI dari Teheran, Waktu Pelaksanaan Masih Dikaji

Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang bersiap untuk membawa pulang 15 WNI dari Teheran. Situasi di Iran memang sedang tegang, menyusul serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel. EskaIasi konflik inilah yang mendorong langkah cepat dari Jakarta.

“Tadi siang saya sudah memerintahkan kepada Dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah evakuasi segera,” ucap Sugiono, Rabu (4/3/2025), di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan.

Namun begitu, rencana ini tidak bisa dipaksakan. Menlu menekankan bahwa prosesnya sangat bergantung pada kemauan masing-masing warga. Faktanya, tidak semua orang Indonesia di zona rawan itu mau pergi.

“Karena perlu diketahui dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,” jelasnya lebih lanjut.

Yang sudah setuju untuk dievakuasi, untuk saat ini, ada lima belas orang. Itu angka yang konkret.

Meski niatnya sudah bulat, soal waktu pelaksanaannya masih belum pasti. Sugiono mengaku belum bisa memberi kepastian. Alasannya sederhana: perjalanan yang harus ditempuh sangatlah panjang dan rumit. Belum lagi, ruang udara di beberapa negara sekitarnya masih tutup. Itu jadi kendala logistik yang serius.

“Ini lagi diatur kapan, kan ruang udara juga lagi ditutup. Kalau misalnya evakuasi dari Teheran, itu mereka harus dibawa ke Baku (Azerbaijan). Dari Teheran ke Baku itu 10 jam. Perjalanan itu perlu dihitung logistik, orangnya sehat atau tidak, segala macam. Jadi enggak bisa hari ini mau evakuasi langsung detik itu juga,” papar Menlu dengan nada realistis.

Di sisi lain, kabar yang agak meredakan datang dari negara-negara tetangga Iran. Menurut Sugiono, sejauh ini belum ada permintaan evakuasi dari WNI yang berada di Qatar, Uni Emirat Arab, maupun Bahrain. Fokusnya masih pada yang di Teheran.

“Belum ada yang mau dievakuasi. Ini 15 yang sudah menyatakan kesediaan, karena logistik dan perjalanan panjang,” tutupnya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar