JAKARTA – Peringatan keras untuk semua tim di Piala Asia Futsal 2026. Thailand baru saja menunjukkan taringnya dengan cara yang brutal, menghajar Kuwait 6-1 di Jakarta International Velodrome, Kamis malam. Bukan sekadar menang, ini adalah demonstrasi kekuatan yang hampir tak terbendung.
Sejak peluit awal, Thailand langsung mengambil alih. Mereka menekan, memotong aliran bola, dan membuat pertahanan Kuwait seperti tak berkutik. Tekanan tanpa henti itu akhirnya pecah di menit ke-16. Osamanmusa, sang striker, berhasil membobol gawang Kuwait untuk pertama kalinya malam itu. Gol itu seperti membuka keran.
Dan benar saja. Hanya selang dua menit, Osamanmusa kembali menggoyang jala lawan. Skor 2-0 bertahan hingga jeda, tapi suasana di lapangan sudah jelas: Thailand sedang menguasai panggung sepenuhnya.
Memasuki babak kedua, ritme serangan mereka sama sekali tak melambat. Malah, semakin menggila. Di menit ke-22, Osamanmusa menyelesaikan hat-trick-nya. Tiga gol, dan Kuwait tampak benar-benar kehilangan arah. Pertahanan mereka kacau balau, sementara kipernya hanya bisa menatap lesu bola yang masuk berulang kali.
Gol keempat datang dari Phalaphruek di menit ke-25. Jaraknya semakin lebar. Kuwait sempat mendapat angin segar di menit ke-30 berkat gol bunuh diri Thailand, yang sedikit mengurangi malu. Tapi, harapan itu langsung dipupus dalam satu menit.
Osamanmusa, lagi-lagi dia. Di menit ke-31, ia mencetak gol keempat untuk dirinya sendiri, sekaligus gol kelima untuk Thailand. Penampilannya luar biasa, ia benar-benar menjadi mimpi buruk bagi bek-bek Kuwait sepanjang pertandingan.
Pesta gol ditutup oleh Praphaphan. Skor akhir 6-1, sebuah penghancuran total. Tiga poin penting berhasil dikantongi Thailand, sekaligus pernyataan sikap yang keras untuk semua calon lawan mereka di Grup B.
Dengan performa seperti ini, Thailand bukan sekadar pemenang. Mereka adalah ancaman nyata. Osamanmusa telah menjadi mesin gol yang sangat efisien, dan kerja sama tim mereka terlihat solid serta mematikan.
Kemenangan telak ini otomatis melambungkan Thailand ke puncak klasemen sementara Grup B. Di sisi lain, Kuwait punya pekerjaan rumah yang sangat besar. Mereka harus segera bangkit dan menata ulang strategi jika tak ingin tersingkir lebih cepat dari yang direncanakan.
Artikel Terkait
Semen Padang di Ambang Degradasi, Laga Kontra Dewa United Jadi Penentu Nasib
Indonesia Tantang Denmark di Perempatfinal Piala Uber 2026, Garuda Pertiwi Incar Semifinal
Nottingham Forest vs Aston Villa: Derby Inggris di Semifinal Liga Europa, Dua Klub Berburu Tiket Final Bersejarah
Delegasi Sepak Bola Iran Batal Hadiri Kongres FIFA di Kanada Setelah Ditolak Imigrasi karena Afiliasi dengan Garda Revolusi