Kebakaran lahan seluas 20 hektare melanda Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sejak Kamis, 11 Juni 2026. Peristiwa ini terjadi di dua desa, yakni Desa Eimau dan Desa Eilode, yang berada di Kecamatan Sabu Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran sampah. Dalam keterangan resminya pada Minggu, 14 Juni 2026, ia menjelaskan bahwa api kemudian terbawa angin sehingga menyebar dan memicu kebakaran lahan yang lebih luas.
“Hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Sabu Raijua dan tim gabungan mengungkap penyebab kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran sampah, terbawa angin sehingga menyebar dan memicu kebakaran,” ujar Abdul Muhari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan bahwa api telah berhasil dipadamkan. Kondisi di lokasi kejadian pun dinyatakan kembali kondusif sejak Sabtu, 13 Juni 2026.
Sementara itu, BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan untuk tidak membakar sampah di area yang kering. Masyarakat juga diminta memastikan bahwa sampah yang dibakar benar-benar padam dan tidak menyisakan bara atau api sekecil apa pun.
Di sisi lain, pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan dapat memperkuat personel serta peralatan penanggulangan bencana. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat pun perlu dilakukan secara rutin, disesuaikan dengan potensi bencana yang ada di masing-masing wilayah.
Artikel Terkait
Bebek di Atap KRL di Stasiun Sudimara Sempat Viral, KAI Pastikan Tak Ganggu Perjalanan
Prabowo Terima Menteri Pertahanan Jepang di Kediaman Pribadi, Bahas Pendidikan Militer hingga Keamanan Maritim
Presiden Rumania Tunjuk Adrian Vestea sebagai Perdana Menteri Baru Gantikan Eugen Tomac yang Mundur
BPS Mulai Sensus Ekonomi 2026 pada Juni, Petugas Datangi Usaha dari Rumah ke Rumah