Delegasi Qatar Tiba di Teheran untuk Mediasi Konflik Iran-AS, Gencatan Senjata Dijadwalkan Akhir Pekan Ini

- Minggu, 14 Juni 2026 | 18:05 WIB
Delegasi Qatar Tiba di Teheran untuk Mediasi Konflik Iran-AS, Gencatan Senjata Dijadwalkan Akhir Pekan Ini

Seorang penasihat menteri luar negeri Qatar bersama seorang diplomat tiba di Teheran pada hari ini sebagai bagian dari upaya mediasi untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat. Kunjungan ini menandai babak baru dalam proses diplomasi yang telah berlangsung intensif selama beberapa pekan terakhir.

Kantor berita ISNA Iran melaporkan bahwa delegasi Qatar telah dikirim langsung ke ibu kota Iran. Sementara itu, kantor berita Tasnim menyebutkan tujuan kunjungan tersebut adalah untuk “meninjau perkembangan terbaru terkait proses diplomatik” antara kedua negara yang tengah berseteru.

Seorang diplomat yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan kepada AFP bahwa para negosiator Qatar telah terbang ke Teheran sejak pagi hari. Menurut diplomat yang berbicara secara anonim itu, delegasi melakukan perjalanan “untuk membantu memfasilitasi penyelesaian perjanjian” yang diharapkan dapat mengakhiri pertempuran di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Pakistan yang memimpin proses mediasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung berbulan-bulan itu, bersama dengan Amerika Serikat, telah mengindikasikan bahwa kesepakatan gencatan senjata akan ditandatangani pada hari Minggu. Namun, Iran meragukan kepastian waktu tersebut. Media Iran melaporkan bahwa keputusan akhir mengenai kerangka kerja perjanjian belum sepenuhnya rampung.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa kesepakatan yang telah lama dinantikan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah telah dijadwalkan. Ia menyebut penandatanganan kesepakatan akan dilakukan pada hari yang sama dengan kedatangan delegasi Qatar di Teheran.

Trump menilai penandatanganan tersebut akan membuka jalan bagi kembali beroperasinya Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia. “Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA,” kata Trump dalam unggahan di platform Truth Social miliknya pada Sabtu (13/6).

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar