IHSG Menguat di Awal Agustus, Investor Menanti Inflasi dan Data Ekonomi Domestik

- Senin, 03 Agustus 2026 | 10:40 WIB
IHSG Menguat di Awal Agustus, Investor Menanti Inflasi dan Data Ekonomi Domestik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pertama Agustus dengan penguatan. Pada Senin (3/8/2026) hingga pukul 09.51 WIB, indeks naik 0,25 persen ke level 6.251,53, dengan nilai transaksi mencapai Rp4,06 triliun dan volume perdagangan 11,56 miliar saham. Sebanyak 324 saham menguat, 269 melemah, dan 370 stagnan.

Penguatan ini terjadi di tengah fokus investor pada sejumlah agenda domestik dan global yang berpotensi memengaruhi arah pasar sepanjang pekan ini. Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data inflasi Indonesia untuk Juli 2026, yang dijadwalkan keluar pekan ini. Sebagai perbandingan, inflasi Juni tercatat 3,34 persen secara tahunan (yoy) dan 0,44 persen secara bulanan (mom), dengan inflasi inti 2,76 persen. BRI Danareksa memperkirakan inflasi Juli akan mencerminkan dampak lanjutan dari penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), terutama di sektor transportasi.

Selain inflasi, investor juga menantikan data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026. Data ini dinilai penting untuk melihat apakah dampak pengetatan kebijakan moneter sebesar 100 basis poin serta penyesuaian harga BBM telah mulai terasa pada aktivitas ekonomi riil.

Sentimen domestik lain yang menjadi sorotan adalah proses nominasi Gubernur Bank Indonesia (BI) ke DPR. Penunjukan pimpinan bank sentral yang baru diperkirakan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Di sektor komoditas, pelaku pasar akan mencermati perkembangan persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang. Setelah batas akhir pengajuan revisi ditutup pada 31 Juli, hasil evaluasi pemerintah akan menentukan prospek volume produksi batu bara dan nikel pada semester II-2026.

Sementara itu, dari sisi emiten, laporan keuangan kuartal II-2026 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) juga menjadi perhatian. BRI Danareksa menilai panduan belanja modal (capital expenditure/capex) kedua perusahaan akan menjadi faktor penentu prospek taktis sektor telekomunikasi dalam tiga bulan ke depan.

Dari eksternal, investor masih memantau perkembangan harga minyak dunia dan situasi di Selat Hormuz. Pasar akan mengamati apakah ketegangan yang kembali meningkat pada akhir pekan berlanjut serta kemungkinan terbentuknya koalisi maritim yang dipimpin Arab Saudi untuk mengamankan jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Di sisi global, perhatian juga mengarah pada pidato Gubernur Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan berlangsung dalam simposium Jackson Hole pada akhir Agustus, menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya pada 15-16 September. Arah komunikasi bank sentral AS tersebut diperkirakan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap prospek suku bunga global.

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya berada di tangan investor.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags