Truk Tangki Tabrak Rombongan Mahasiswa KKN di Tanah Bumbu, Tujuh Tewas

- Senin, 03 Agustus 2026 | 10:42 WIB
Truk Tangki Tabrak Rombongan Mahasiswa KKN di Tanah Bumbu, Tujuh Tewas

Kecelakaan maut terjadi di Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (1/8). Sebuah truk tangki yang diduga hilang kendali menabrak mobil pikap yang mengangkut tujuh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Selatan. Akibatnya, tujuh orang tewas dan satu orang selamat.

Kapolsek Mantewe, AKP Kusnin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, truk tangki yang dikemudikan MI melaju dari arah Banjarbaru menuju Batulicin. Di lokasi kejadian, kendaraan tersebut tiba-tiba masuk ke jalur berlawanan dan menabrak rombongan mahasiswa yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi KKN.

"Iya benar, mobil pikap itu ditumpangi tujuh mahasiswa dan satu sopir yang merupakan anggota Karang Taruna. Mahasiswa tersebut sedang menjalankan program KKN di wilayah Mantewe," ujar Kusnin kepada wartawan, Senin (3/8).

Ia menambahkan, tiga korban yang duduk di bagian depan kendaraan sempat terjepit, sementara penumpang lainnya mengalami luka berat. Satu korban berhasil selamat dan langsung dilarikan ke RS Marina Tanah Bumbu. "Benar ada tujuh orang meninggal dunia. Satu orang selamat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Bypass Desa Gunung Raya, Mantewe," katanya.

Duka Mendalam dari Kampus

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa mahasiswa peserta KKN Lingkungan Hidup di Kabupaten Tanah Bumbu. Dua mahasiswa ULM yang meninggal dunia adalah Abdi Cahaya Girsang, mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 2023, serta Muhammad Ramadhani, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan angkatan 2023.

Sementara itu, mahasiswa ULM yang selamat adalah M. Fahrizal Hasbi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan angkatan 2023. Ia sempat menjalani perawatan di RS Marina Tanah Bumbu sebelum dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, mengatakan pihak universitas bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut. "Saat menerima kabar tentang musibah ini, saya langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Tim ULM juga langsung bergerak menuju lokasi. Saat ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan berada di Tanah Bumbu untuk menangani dan mendampingi secara langsung," ujarnya.

Ia menambahkan, jenazah Muhammad Ramadhani telah tiba di rumah duka di Martapura, sementara jenazah Abdi Cahaya Girsang masih dalam perjalanan menuju rumah duka di Banjarbaru. ULM juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, dan kepolisian dalam proses penanganan musibah tersebut. Pimpinan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta Fakultas Kehutanan telah berada di rumah duka untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

Keluarga Korban Terpukul

Keluarga Muhammad Ramadhani mengaku sangat terkejut atas kabar duka tersebut. Menurut mereka, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan almarhum akan mengalami musibah. "Saya terakhir bertemu sekitar satu bulan yang lalu sebelum almarhum berangkat KKN ke Tanah Bumbu," ujar kerabat korban, Ahmad Ridhoni, Senin (3/8/2026).

Ia mengatakan, keluarga sangat terpukul setelah menerima kabar kecelakaan tersebut. "Almarhum sangat baik dan selalu memberikan kabar kepada keluarga selama menjalankan KKN. Rumah almarhum berada di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar," ungkapnya.

Korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut meliputi sopir mobil pikap berinisial TMA (21), mahasiswa ULM berinisial MR (20) dan ACG (21), serta mahasiswa UNU Kalimantan Selatan berinisial NIJ (22), NAS (21), dan VAS (22). Sementara pengemudi mobil tangki berinisial MI selamat dan saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags