Kecurigaan seorang tetangga yang melihat pintu rumah tidak tertutup selama dua malam, membuka tabir peristiwa nahas di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Seorang pria berinisial LS (25) ditemukan telah meninggal dunia di dalam kediamannya. Jasad korban pertama kali diketahui oleh warga setempat yang kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang.
Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengonfirmasi penemuan mayat tersebut pada Minggu, 14 Juni 2026. “Telah ditemukan mayat di dalam rumah tinggal. Korban laki-laki atas nama LS (26). Lokasi temuan di Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi,” ujarnya. Meskipun terdapat selisih usia pada data awal, pihak kepolisian tetap merujuk pada identitas yang tercantum dalam laporan resmi.
Kronologi penemuan bermula dari keanehan yang dirasakan oleh tetangga korban. Selama dua malam berturut-turut, pintu rumah LS dibiarkan terbuka, suatu kondisi yang tidak lazim dan menimbulkan rasa curiga. “Tetangga sebelah (rumah korban) curiga sudah dua malam pintu rumah dalam keadaan terbuka. Kemudian bersama tetangga lainnya mengecek,” jelas Kompol Edison.
Saat dicek, korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas kasur kamar tidur. Upaya memanggil namanya tak kunjung mendapat respons. Kecurigaan semakin kuat ketika para tetangga mencium bau busuk yang menyengat. “Korban ditemukan dalam keadaan terlentang, memakai celana pendek dengan wajah sudah membiru dan mengeluarkan busa di mulut,” imbuh sang kapolsek.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga korban meninggal dunia karena faktor sakit. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya barang bukti berupa obat-obatan di lokasi kejadian serta keterangan dari tim medis. “Korban diketahui menderita sakit dan mengkonsumsi obat dokter. Yang bersangkutan sakit asma,” kata Kompol Edison.
Sementara itu, pihak keluarga yang telah menerima kabar duka tersebut memilih untuk mengikhlaskan kepergian LS. Mereka menganggap peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah. “Keluarga meminta pihak kepolisian tidak melakukan otopsi agar jenazah bisa segera dimakamkan,” pungkas Edison. Keluarga juga menegaskan tidak akan menuntut pihak mana pun atas kejadian ini.
Artikel Terkait
Bebek di Atap KRL di Stasiun Sudimara Sempat Viral, KAI Pastikan Tak Ganggu Perjalanan
Prabowo Terima Menteri Pertahanan Jepang di Kediaman Pribadi, Bahas Pendidikan Militer hingga Keamanan Maritim
Presiden Rumania Tunjuk Adrian Vestea sebagai Perdana Menteri Baru Gantikan Eugen Tomac yang Mundur
BPS Mulai Sensus Ekonomi 2026 pada Juni, Petugas Datangi Usaha dari Rumah ke Rumah