Trump Umumkan Uji Coba Nuklir AS Kembali: Iran, Rusia, dan China Bereaksi

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 15:24 WIB
Trump Umumkan Uji Coba Nuklir AS Kembali: Iran, Rusia, dan China Bereaksi

Trump Umumkan Uji Coba Nuklir AS Kembali, Picu Reaksi Internasional

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana melanjutkan uji coba senjata nuklir setelah 33 tahun vakum. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan melalui platform Truth Social sebelum pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Busan, Korea Selatan.

Misteri Jenis Uji Coba Nuklir Trump

Pernyataan Trump masih menyisakan tanda tanya besar: apakah yang dimaksud adalah uji coba sistem persenjataan atau benar-benar uji coba ledakan nuklir yang terakhir kali dilakukan AS pada tahun 1992.

Iran Kutuk Kembalinya Uji Coba Nuklir AS

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam rencana Trump sebagai langkah regresif dan tidak bertanggung jawab. Menurutnya, keputusan ini merupakan ancaman serius bagi keamanan internasional.

Protes dari Penyintas Bom Atom Jepang

Kelompok penyintas bom atom Jepang, Nihon Hidankyo, mengirimkan surat protes resmi ke Kedutaan Besar AS di Tokyo. Mereka menegaskan bahwa kebijakan Trump bertentangan dengan upaya global menuju dunia tanpa senjata nuklir.

Respon Rusia dan Ancaman Balasan

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membantah latihan senjata Rusia baru-baru ini merupakan uji coba nuklir. Peskov secara tersirat mengisyaratkan kemungkinan Rusia akan melakukan uji coba hulu ledak aktif jika AS memulainya.

China dan PBB Desak AS Patuhi Larangan

China melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun mendesak AS mematuhi larangan uji coba nuklir global. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan uji coba nuklir tidak dapat diterima dalam keadaan apapun.

Latar Belakang Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir

AS telah menandatangani Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif sejak 1996 yang melarang semua jenis uji coba ledakan atom, baik untuk tujuan militer maupun sipil.

Kontradiksi Kebijakan Denuklirisasi Trump

Rencana uji coba nuklir ini semakin kontradiktif mengingat Trump sebelumnya menyatakan keinginan bernegosiasi dengan Rusia dan China mengenai denuklirisasi, yang disebutnya sebagai "hal yang luar biasa".

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar