MAKASSAR – Hampir dua pekan konflik berkecamuk. Kini, muncul secercah peluang, meski syaratnya tak mudah. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyodorkan tiga prasyarat utama kepada Amerika Serikat jika ingin Teheran kembali duduk di meja perundingan.
Isyarat itu disampaikan Pezeshkian dalam sebuah percakapan telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, Rabu lalu. Ini sudah kedua kalinya mereka berbicara dalam seminggu, membahas situasi panas di Timur Tengah dan kemungkinan jalan damai.
Rusia, seperti kita tahu, adalah sekutu strategis Iran. Jadi, pembicaraan ini punya bobot yang signifikan.
Intinya, Iran tak sepenuhnya menutup pintu diplomasi. Tapi, menurut Pezeshkian, jalan itu baru bisa dilalui jika Washington memenuhi beberapa tuntutan. Dan kepercayaan Teheran terhadap AS saat ini, harus diakui, sangat tipis.
Lalu, apa saja syaratnya?
Artikel Terkait
Dua Turis Tewas Tersapu Banjir di Queensland, Australia
Polda Sumsel dan Pertamina Perketat Pengamanan Distribusi BBM Jelang Mudik Lebaran
Konflik Timur Tengah 2026 Pukul Pariwisata Indonesia, Penerbangan dan Kunjungan Wisatawan Anjlok
DKI Jakarta Gelar Imunisasi Kejar Serentak Campak di Maret 2026