Presiden Iran Ajukan Tiga Syarat Keras untuk Kembali ke Meja Perundingan dengan AS

- Kamis, 12 Maret 2026 | 14:30 WIB
Presiden Iran Ajukan Tiga Syarat Keras untuk Kembali ke Meja Perundingan dengan AS

MAKASSAR – Hampir dua pekan konflik berkecamuk. Kini, muncul secercah peluang, meski syaratnya tak mudah. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyodorkan tiga prasyarat utama kepada Amerika Serikat jika ingin Teheran kembali duduk di meja perundingan.

Isyarat itu disampaikan Pezeshkian dalam sebuah percakapan telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, Rabu lalu. Ini sudah kedua kalinya mereka berbicara dalam seminggu, membahas situasi panas di Timur Tengah dan kemungkinan jalan damai.

Rusia, seperti kita tahu, adalah sekutu strategis Iran. Jadi, pembicaraan ini punya bobot yang signifikan.

Intinya, Iran tak sepenuhnya menutup pintu diplomasi. Tapi, menurut Pezeshkian, jalan itu baru bisa dilalui jika Washington memenuhi beberapa tuntutan. Dan kepercayaan Teheran terhadap AS saat ini, harus diakui, sangat tipis.

Lalu, apa saja syaratnya?

Pertama, soal harga diri. Iran menuntut penghormatan penuh terhadap kedaulatannya. Ini, bagi mereka, adalah fondasi mutlak. Tanpa itu, percuma saja berunding.

Kedua, mereka minta kompensasi. Ganti rugi atas kerusakan akibat serangan gabungan AS dan Israel akhir Februari lalu. Serangan itulah yang memantik eskalasi dan membuat kawasan jadi makin bergejolak.

Yang ketiga, jaminan. Teheran ingin kepastian bahwa agresi militer serupa tidak akan terulang di masa depan. Mereka tak mau kejadian itu berulang.

Menurut pantauan sejumlah media internasional, Iran kini sedang menunggu. Menunggu respons terhadap tuntutan itu dari pihak-pihak terkait.

Namun begitu, situasi di lapangan tetap tegang. Suasana di Timur Tengah masih seperti bara dalam sekam, rentan menyala kembali kapan saja sejak rentetan serangan akhir Februari itu. Peluang dialog ada, tapi jalannya masih terjal dan penuh prasyarat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar