Ancaman bom yang sempat membuat sejumlah sekolah di Depok waspada akhirnya terpecahkan. Bukan oleh kelompok teroris atau pelaku yang rumit, melainkan bermula dari sakit hati seorang pria setelah lamarannya ditolak.
Semuanya berawal dari sebuah email yang diterima SMA Bintara Depok, Selasa lalu. Isinya singkat tapi mencemaskan: ancaman akan ada ledakan bom. Sekolah itu tak tinggal diam. Mereka segera membagikan informasi tersebut ke forum kepala sekolah swasta di Depok.
Dan ternyata, bukan cuma mereka yang mendapat teror. Ada sembilan sekolah lain yang juga menerima ancaman serupa. Suasana pun sempat tegang.
Laporan pun sampai ke meja polisi. Penyidik mulai melacak asal-usul email ancaman itu. Jejak digital membawa mereka kepada seorang wanita, yang kita sebut saja K, sebagai pemilik akun pengirim.
Artikel Terkait
Menteri PAN-RB Tegaskan WFH Bukan Potong Jam Kerja, tapi Dorong Transformasi Digital
Kebijakan WFH Jumat Berpotensi Hemat BBM hingga Rp 59 Triliun
Polisi Tangkap Dua WN Liberia Terkait Penipuan Dolar Hitam ke Pengusaha Korea di Jakarta Barat
Pemerintah Alihkan Anggaran Hingga Rp130,2 Triliun untuk Prioritas Produktif