Ancaman bom yang sempat membuat sejumlah sekolah di Depok waspada akhirnya terpecahkan. Bukan oleh kelompok teroris atau pelaku yang rumit, melainkan bermula dari sakit hati seorang pria setelah lamarannya ditolak.
Semuanya berawal dari sebuah email yang diterima SMA Bintara Depok, Selasa lalu. Isinya singkat tapi mencemaskan: ancaman akan ada ledakan bom. Sekolah itu tak tinggal diam. Mereka segera membagikan informasi tersebut ke forum kepala sekolah swasta di Depok.
Dan ternyata, bukan cuma mereka yang mendapat teror. Ada sembilan sekolah lain yang juga menerima ancaman serupa. Suasana pun sempat tegang.
Laporan pun sampai ke meja polisi. Penyidik mulai melacak asal-usul email ancaman itu. Jejak digital membawa mereka kepada seorang wanita, yang kita sebut saja K, sebagai pemilik akun pengirim.
Namun begitu diperiksa, K membantah keras. Dia mengaku tidak tahu-menahu soal email itu. "Saya tidak pernah mengirimkan ancaman seperti itu," katanya.
Penyelidikan kemudian berbelok. Polisi mendalami orang-orang terdekat K. Dan akhirnya, sorotan jatuh kepada HRR, mantan pacar K tersebut. Dia yang kemudian diamankan.
Di hadapan penyidik, HRR akhirnya mengaku. Motifnya sederhana, tapi keliru: dia kesal karena lamarannya ditolak oleh K. Rasa jengkel itu lalu diekspresikan dengan cara yang salah, dengan mengirimkan teror menggunakan akun sang mantan.
Dia menceritakan aksinya dengan polos. Menurut pengakuannya, itu dilakukan semata-mata karena emosi yang tak terbendung.
Artikel Terkait
Kejagung Ungkap Korupsi Ekspor Limbah Sawit Rugikan Negara Rp14 Triliun
Mantan Kepala LKPP Ungkap Celah Kemahalan Harga di E-Katalog
IHSG Melonjak 1,96%, Investor Asing Justru Lakukan Aksi Jual Bersih Rp526 Miliar
Pakar Fengshui Ungkap Makna Filosofis dan Aturan Tak Tertulis Hidangan Imlek