Berita dari Amsterdam datang dengan kabar yang cukup mengejutkan. Raksasa bir asal Belanda, Heineken, baru saja mengumumkan rencana pengurangan tenaga kerja secara besar-besaran. Sekitar 6.000 pekerja diprediksi akan terkena imbasnya dalam kurun dua tahun mendatang.
Latar belakang keputusan ini tak lepas dari performa penjualan yang sedang lesu. Menurut laporan AFP, Kamis (12/2/2026), pasar bir global memang sedang tidak dalam kondisi yang menggembirakan. Perusahaan pun terpaksa mengambil langkah tegas ini untuk menyesuaikan struktur bisnisnya.
CEO Heineken, Dolf van den Brink, mengakui situasi yang dihadapi perusahaan. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan sikap kehati-hatian.
"Kami tetap berhati-hati dalam ekspektasi jangka pendek kami untuk kondisi pasar bir," ujarnya.
Artikel Terkait
BCA Ikut Earth Hour, Layanan Perbankan Tetap Berjalan Normal
Bapanas Pastikan Distribusi Bantuan Pangan Berlanjut hingga April
Arus Mudik Lebaran 2026 Capai 3,5 Juta Kendaraan, Ruas Solo-Yogya Tembus 92%
KPK Catat 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN Jelang Batas Akhir