Kabar buruk kembali menghampiri PSM Makassar menjelang dimulainya kompetisi Super League musim 2026-2027. Klub berjuluk Juku Eja itu kembali masuk dalam daftar sanksi FIFA setelah sebelumnya sempat bebas dari hukuman serupa. Larangan tersebut berlaku efektif sejak Jumat, 22 Mei 2026.
Sanksi yang dijatuhkan oleh induk organisasi sepak bola dunia ini berkaitan dengan dugaan tunggakan gaji pemain. Sebelumnya, PSM Makassar pernah dilarang melakukan aktivitas jual beli pemain karena pelanggaran serupa. Nama klub sempat menghilang dari daftar hitam FIFA pada awal musim 2025-2026, namun kini kembali tercantum.
Akibat hukuman ini, PSM dipastikan tidak dapat mendaftarkan pemain yang akan diperpanjang masa kontraknya. Kondisi tersebut tentu akan menyulitkan manajemen dalam mendatangkan personel baru untuk memperkuat skuad. Padahal, bursa transfer pemain akan segera dibuka tidak lama lagi menjelang kompetisi musim 2026-2027 yang dijadwalkan bergulir pada 4 September.
Ini menjadi kali keenam PSM Makassar menerima sanksi dari FIFA. Klub asal Sulawesi Selatan itu memang cukup akrab dengan hukuman serupa akibat berulang kali terbukti menunggak gaji pemain. Dampak dari persoalan finansial ini sudah terlihat jelas pada performa tim di musim lalu.
Pada Super League 2025-2026, PSM Makassar hanya mampu finis di peringkat ke-11 dengan koleksi 45 poin. Catatan tersebut diraih dari 11 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 11 kekalahan sepanjang musim. Lebih jauh lagi, masalah keuangan juga menyebabkan pelatih Bernardo Tavares mengundurkan diri di pertengahan kompetisi. Manajemen klub kini dituntut untuk bergerak cepat guna menyelesaikan persoalan yang kembali menghantui tim.
Artikel Terkait
PT Dahana Catat Laba Bersih Rp509,7 Miliar di 2025, Tumbuh 1,6 Persen
CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan pada 31 Mei 2026 karena Bertepatan dengan Hari Raya Waisak
Konflik Timur Tengah dan Rupiah Melemah, Biaya Perjalanan Haji dan Umrah Melonjak
Pemkot Makassar Bersihkan Area Kumuh di Bawah Tol Pettarani Usai Viral