Bek FC Arges, Mario Tudose, melayangkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit yang dinilainya tidak memberikan penalti kepada timnya saat dikalahkan FCSB dalam laga pembuka Superliga, Jumat, 17 Juli 2026.
Kekalahan klub asal Pitesti itu dipastikan melalui gol Daniel Birligea pada menit ke-19 dan eksekusi penalti Florin Tanase menjelang akhir babak pertama. Namun, kubu FC Arges menyoroti insiden pelanggaran di kotak terlarang pada menit ke-7 yang diabaikan wasit dan petugas VAR.
"Sayangnya kami tidak mampu memenuhi ekspektasi. Kami tidak bermain bagus dan itu tercermin dari skor akhir. Kami kebobolan dua gol dari dua kesalahan," ujar Tudose kepada Digi Sport.
Ia menambahkan, "Itulah yang terjadi, kami harus move on dan bersiap menghadapi Petrolul. Saya pikir kami harus lebih fokus. Tahun lalu kami tidak membuat kesalahan seperti ini. Sekarang kami kebobolan dengan mudah."
Tudose juga memberikan pandangannya mengenai momen krusial pada menit ketujuh ketika rekan setimnya, Milos Matos, terlihat dijatuhkan di dalam area terlarang FCSB.
"Dari yang saya lihat, Matos ditarik. Saya harus melihat tayangan ulangnya. Saya bukan wasit, jika VAR bilang tidak..." katanya.
Selain membahas pertandingan, Tudose menanggapi rumor transfer yang mengaitkan dirinya dengan klub lain pada bursa musim panas ini.
"Saya tidak tahu harus berkata apa. Untuk saat ini saya di sini dan bermain di sini. Jika ada tawaran bagus untuk saya dan klub, mungkin saya akan pergi. Sampai saat itu tiba, saya di sini dan berharap bisa membawa tim ke posisi setinggi mungkin," ujarnya.
FC Arges dijadwalkan menjamu Petrolul pada Jumat, 24 Juli 2026, sementara FCSB akan melakoni laga tandang ke markas Csikszereda dua hari setelahnya.
Artikel Terkait
Tram di Bukarest Anjlok, Suporter Superliga Terhambat Menuju Stadion
Lebih dari 8.000 Suporter Padati Laga Pembuka Superliga Rumania