Pakar Fengshui Ungkap Makna Filosofis dan Aturan Tak Tertulis Hidangan Imlek

- Kamis, 12 Februari 2026 | 06:45 WIB
Pakar Fengshui Ungkap Makna Filosofis dan Aturan Tak Tertulis Hidangan Imlek

MURIANETWORK.COM - Perayaan Tahun Baru Imlek tak lengkap tanpa kehadiran hidangan-hidangan khusus di meja makan. Lebih dari sekadar santapan, makanan-makanan ikonik seperti nastar, kue lapis, dumpling, dan kue keranjang sarat dengan makna filosofis dan doa untuk kemakmuran, keselamatan, serta rezeki yang berlimpah di tahun yang baru. Seorang pakar Fengshui menjelaskan bagaimana tradisi kuliner ini menjadi inti dari harapan dan silaturahmi dalam budaya Tionghoa.

Makna Filosofis di Balik Rasa Manis

Di balik kelezatannya, setiap hidangan Imlek menyimpan pesan yang dalam. Nastar, dengan isian selai nanas berwarna keemasan, misalnya, bukanlah kue biasa. Dalam bahasa Hokkian, nanas disebut "ong lai", yang kerap diasosiasikan dengan datangnya kemakmuran dan kehebatan.

Pakar Fengshui Yulius Fang menguraikan, “Jadi ‘ong’ itu dimaknai adalah suatu hal yang hebat, berkuasa, makmur dan sebagainya. Ditambah lai, artinya datang seperti itu. Dan ini diartikan bahwa mereka yang menggunakan ‘ong lai’ (nanas) ini, kalau dibuat sembayang itu supaya tahun ini pokoknya saya berkembang, hebat, makmur seperti itu,” tuturnya.

Harapan serupa terwakili oleh kue lapis. Susunannya yang rapi dan berlapis-lapis secara simbolis merepresentasikan doa agar rezeki dan keberuntungan juga datang bertumpuk kepada penghuni rumah sepanjang tahun.

Dumpling: Simbol Kehangatan dan Sejarah

Tak hanya hidangan manis, sajian gurih seperti dumpling atau pangsit juga memiliki tempat istimewa. Hidangan ini konon berawal dari kreativitas masyarakat Tiongkok kuno dalam menghadapi musim dingin yang keras, ketika pasokan sayuran sulit didapat. Adonan tepung yang diisi daging menjadi solusi yang mengenyangkan dan menghangatkan. Kini, proses membuat dumpling secara bersama-sama seringkali menjadi momen perekat keluarga sebelum menyambut Sincia, menciptakan kehangatan yang tak hanya terasa di perut, tetapi juga di hati.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar