Pemulihan Pascabanjir Sumatera Diproyeksikan Tuntas dalam 3 Tahun

- Kamis, 12 Februari 2026 | 08:05 WIB
Pemulihan Pascabanjir Sumatera Diproyeksikan Tuntas dalam 3 Tahun

MURIANETWORK.COM - Pemerintah memproyeksikan proses pemulihan total pascabencana banjir dan longsor di Sumatera memerlukan waktu hingga tiga tahun. Proyeksi ini disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian usai memaparkan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Meski akses jalan utama sudah berfungsi, normalisasi permanen infrastruktur, termasuk perbaikan fasilitas pendidikan dan kesehatan, masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan waktu.

Normalisasi Infrastruktur Butuh Waktu Panjang

Mendagri Tito Karnavian mengakui bahwa meski kondisi darurat telah berangsur membaik, tantangan teknis di lapangan masih cukup kompleks. Normalisasi penuh, terutama untuk infrastruktur jalan di tingkat kabupaten dan provinsi yang sempat tertimbun lumpur tebal, diperkirakan baru akan tuntas dalam kurun dua hingga tiga tahun ke depan.

"Saya waktu ditanya Bapak Presiden, kira-kira berapa lama untuk menormalisasi penuh? Kalau normalisasi penuh, saya sampaikan mungkin kira-kira 2-3 tahun," tutur Tito dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Dia menjelaskan bahwa meski secara fungsional jalan-jalan provinsi sudah dapat dilalui, proses untuk mempermankannya membutuhkan pekerjaan yang lebih mendetail dan menyeluruh pada banyak ruas yang terdampak.

Fokus Pemulihan Fasilitas Pendidikan

Di tengah upaya perbaikan infrastruktur fisik, pemerintah juga terus mendorong percepatan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan. Langkah ini dianggap krusial untuk memulihkan aktivitas belajar-mengajar di 52 kabupaten/kota yang terdampak.

"Hal yang penting sekali juga, adalah masalah sarana pendidikan. Kita tahu bahwa beberapa daerah juga sarana-prasarana pendidikannya, TK, SD, SMP, SMA, juga terdampak. Ada yang rusak, ada juga yang rusak berat, ada yang ringan," papar Tito.

Kondisi fasilitas pendidikan sendiri bervariasi di tiap wilayah. Di Sumatera Barat, layanan pendidikan dilaporkan telah berjalan secara fungsional. Sementara di Sumatera Utara dan Aceh, masih terdapat sejumlah sekolah, madrasah, dan pondok pesantren yang memerlukan perhatian dan perbaikan lebih lanjut sebelum dapat beroperasi secara optimal.

Layanan Kesehatan Mulai Pulih

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar