PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi menggandeng Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk mempercepat transformasi digital di lingkungan sekolah-sekolah Islam di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen BSI dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah di sektor pendidikan.
Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Digitalisasi Pendidikan yang ditandatangani di Kantor Pusat BSI, Jakarta, pada Kamis, 7 Mei 2026. Melalui kolaborasi strategis ini, BSI ditunjuk sebagai bank pengelola transaksi keuangan bagi sekolah-sekolah di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah. Seluruh transaksi nantinya akan difasilitasi melalui layanan Virtual Account (VA) BSI yang terintegrasi secara langsung dengan aplikasi EduMu milik Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata dari komitmen perseroan dalam menghadirkan ekosistem pendidikan Islam yang lebih modern, transparan, dan efisien.
“Sinergi digitalisasi transaksi keuangan ini terus kami dorong agar nasabah maupun institusi pendidikan dapat merasakan kemudahan dalam mengelola cashflow secara akurat, aman, dan real-time,” ujar Erwan dalam keterangan resmi yang dikutip pada Minggu, 10 Mei 2026.
Dalam implementasinya, aplikasi EduMu tidak hanya terhubung dengan layanan Virtual Account, tetapi juga terintegrasi penuh dengan platform manajemen kas unggulan BSI, yaitu BEWIZE. Layanan cash management yang komprehensif ini menunjukkan peningkatan minat dari publik. Tercatat, jumlah pengguna BEWIZE melonjak hingga 30 persen dalam satu tahun terakhir, dengan total lebih dari 10.828 pengguna aktif. Angka ini menjadi indikator positif meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap solusi digital yang ditawarkan BSI.
Di sisi lain, kerja sama ini tidak sekadar mencakup pengelolaan pembayaran sekolah. BSI juga menyiapkan solusi finansial menyeluruh atau end-to-end bagi seluruh civitas akademika dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di sektor pendidikan. Layanan tersebut meliputi pengelolaan dana operasional sekolah, sistem penggajian guru dan karyawan, Tabungan Haji, hingga Tabungan Siswa. Selain itu, BSI menghadirkan kemudahan akses pembiayaan, seperti pembiayaan sarana dan prasarana sekolah, program rumah bersubsidi yang dikenal dengan Bakti Guru Sejahtera, pembiayaan Mitraguna, serta perencanaan keuangan masa depan berbasis emas.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah yang juga menjabat sebagai Komisaris PT EduMu Cipta Utama, Didik Suhardi, menyambut positif kolaborasi strategis ini. Menurutnya, kerja sama dengan BSI merupakan lompatan penting untuk meningkatkan tata kelola dan kualitas sekolah.
“Kami dari Majelis Dikdasmen sangat siap untuk berkolaborasi. Tujuannya adalah memperkokoh sektor pendidikan, khususnya agar sekolah-sekolah Islam bisa 'naik kelas' melalui sistem digitalisasi yang mudah diakses, aman digunakan, dan pastinya sesuai dengan prinsip syariah,” kata Didik.
Artikel Terkait
Gerindra Jatuhkan Sanksi Teguran Keras ke Anggotanya yang Merokok dan Main Gim Saat Rapat DPRD
Konflik Iran Uji Ketahanan Otonomi Strategis India di Timur Tengah
Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Koperasi Desa di Nganjuk
Penumpang KRL Jatuh ke Rel di Stasiun Manggarai, Petugas Evakuasi Korban ke RS PGI Cikini