Ibu Rumah Tangga di Depok Bersyukur, Polisi Jemput Bola Cari Tas Anak Tertinggal di Warung Pecel Ayam Menteng

- Kamis, 14 Mei 2026 | 14:35 WIB
Ibu Rumah Tangga di Depok Bersyukur, Polisi Jemput Bola Cari Tas Anak Tertinggal di Warung Pecel Ayam Menteng

Seorang ibu rumah tangga, Lia, harus merasakan cemas luar biasa saat tas berisi tablet milik putrinya yang baru berusia tujuh tahun tertinggal di sebuah warung pecel ayam di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis dini hari. Namun, kekhawatiran itu berubah menjadi kelegaan setelah ia memutuskan untuk menghubungi call center 110 Polri, sebuah layanan yang sebelumnya belum pernah ia gunakan.

Peristiwa itu bermula pada Rabu malam, sekitar pukul 23.30 WIB. Lia bersama suami dan dua anaknya tengah makan di sebuah warung pecel ayam di Jalan Sabang. Rencana awal mereka adalah menikmati hidangan di tempat, tetapi rencana itu berubah karena sang buah hati bungsu mulai rewel akibat rasa kantuk yang tak tertahankan. Lia pun memutuskan untuk membungkus pesanan mereka dan membawanya pulang.

“Saat itu anak saya bawa tas isinya tablet, dia taruh di bawah meja dekat kursi. Lalu karena anak saya yang bungsu ini rewel, akhirnya kami putuskan untuk take away pesanannya,” ujar Lia saat dihubungi wartawan, Kamis (14/5/2026). Dalam situasi yang cukup sibuk mengurus anak, ia dan kedua buah hatinya bergegas kembali ke mobil sementara suaminya menunggu pesanan.

Setelah semua beres, keluarga itu langsung melaju menuju kediaman mereka di Depok, Jawa Barat. Tanpa disadari, tas milik putri sulungnya tertinggal begitu saja di bawah meja warung. Sesampainya di rumah, tangis anak bungsu Lia pecah begitu ia menyadari bahwa tas kesayangannya tidak ada. Kebingungan pun melanda. “Saya posisi bingung, mana capek karena sudah jam 12 tengah malam. Kalau kami ke sana tapi ternyata nggak ada, pikir kami cuma buang-buang waktu dan tenaga,” kenangnya.

Di tengah kepanikan, Lia teringat pada layanan call center 110 Polri. Dengan setengah hati, ia mencoba menghubungi nomor tersebut. Awalnya, ia merasa pesimis menganggap permintaannya terlalu sepele untuk ditindaklanjuti oleh aparat di tengah malam. Namun, panggilannya tersambung ke Polres Metro Depok, bukan Polres Metro Jakarta Pusat, karena ia sudah berada di wilayah Depok. “Saya coba telepon dan ternyata nyambungnya ke Polres Metro Depok,” bebernya.

Yang mengejutkan, respons dari petugas call center 110 Polres Depok sangat cepat. Mereka tidak hanya mendengarkan keluhan Lia, tetapi juga membantu menghubungkan panggilan tersebut ke call center Polres Metro Jakarta Pusat. “Singkatnya, call center 110 Polres Metro Jakpus juga menerima panggilan dan merespons dengan sangat baik dan cepat. Intinya saya meminta tolong pak polisi untuk mengecek tas anak saya yang tertinggal di situ,” tuturnya.

Tak berselang lama, petugas dari Polsek Menteng dikirimkan ke lokasi. Lia pun dihubungi melalui video call oleh seorang anggota Polsek Menteng bernama Joko, yang telah tiba di warung tersebut. “Nggak lama kemudian, Pak Joko dari Polsek Menteng video call saya dari tempat makan itu dan menunjukkan tas putri saya, ‘Ini bukan bu tasnya?’ Dan ternyata masih ada di situ, diamankan sama ibu pemilik warung,” ungkap Lia dengan nada haru.

Kisah ini menjadi bukti bahwa layanan kepolisian dapat diakses untuk hal-hal yang dianggap remeh sekalipun. “Jadi awalnya saya pesimis, pikir saya ‘ini bapak polisi tengah malam saya minta bantuin hal sepele begini kira-kira mau nggak ya’. Tapi ternyata call center 110 itu beneran menindaklanjuti laporan saya, dan alhamdulillah masih ada tasnya,” katanya.

Lia pun meluapkan rasa syukur dan apresiasinya. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran kepolisian yang terlibat, mulai dari call center 110 Polres Depok, Polres Metro Jakarta Pusat, personel Polsek Menteng, hingga Subdit Resmob Polda Metro Jaya yang juga turut membantu. “Tidak percuma lapor polisi. Ini pertama kali saya mencoba menghubungi 110 dan benar-benar dilayani dengan baik,” ujarnya penuh haru.

Di sisi lain, Lia juga tidak melupakan jasa Ibu Nur Azizah, pemilik warung pecel ayam yang dengan jujur mengamankan tas tersebut. “Saya bersyukur bertemu orang baik seperti Ibu Nur dan bapak-bapak kepolisian. Kalau yang nemuin orang jahat mungkin sudah hilang tablet tersebut,” tuturnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar ada laporan dari 110 dan alhamdulillah petugas respons dan mendatangi tempat tersebut, sehingga bisa ditemukan tas anaknya,” kata Reynold saat dikonfirmasi. Ia menambahkan bahwa respons cepat dari layanan call center 110 merupakan wujud nyata kehadiran Polri untuk melayani masyarakat. “Mohon doa dan dukungannya agar kami Kepolisian Polres Jakarta Pusat selalu bekerja melayani masyarakat dengan baik,” pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar