Petrokimia Gresik menyiapkan sebanyak 219.648 ton pupuk bersubsidi guna menjaga keberlanjutan produksi dan menjamin kebutuhan petani di tengah dinamika global yang mengancam rantai pasok bahan baku industri pupuk dunia. Langkah ini dilakukan perusahaan bersama Pupuk Indonesia melalui serangkaian strategi operasional dan distribusi yang terintegrasi untuk memastikan ketersediaan pupuk selama musim tanam berlangsung.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan bahwa upaya tersebut mencakup optimalisasi fasilitas produksi, penguatan stok pupuk bersubsidi, serta dukungan penuh dari jaringan distribusi nasional Pupuk Indonesia Group. Menurutnya, strategi ini dirancang agar pupuk dapat tiba tepat waktu di tangan petani tanpa hambatan berarti.
“Perubahan kondisi global dan potensi gangguan jalur logistik internasional menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun Petrokimia Gresik tetap berupaya optimal dalam memproduksi pupuk sehingga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga,” ujar Daconi di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 13 Mei 2026.
Sebagai langkah antisipasi, perusahaan memperkuat strategi pengadaan bahan baku melalui diversifikasi negara asal suplai phosphate rock, potash, dan sulphur. Selain itu, Petrokimia Gresik juga mengoptimalkan pasokan sulphuric acid dari produksi dalam negeri serta mempercepat pengamanan stok bahan baku untuk kebutuhan enam hingga 12 bulan ke depan.
“Di sisi operasional, Petrokimia Gresik memastikan kesiapan fasilitas produksi dan operasional perusahaan agar produksi pupuk tetap berjalan optimal untuk mendukung kebutuhan musim tanam nasional,” kata Daconi.
Per 10 Mei 2026, perusahaan memastikan stok pupuk bersubsidi tetap terjaga. Rinciannya meliputi Urea bersubsidi sebanyak 32.054 ton, NPK Phonska 166.324 ton, pupuk organik Petroganik 16.611 ton, ZA 2.720 ton, dan SP-36 1.939 ton. Seluruh stok tersebut telah tersedia di jaringan distribusi Pupuk Indonesia dan siap disalurkan kepada penerima di titik serah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Stok ini telah tersedia pada jaringan distribusi Pupuk Indonesia dan siap disalurkan kepada penerima di PPTS (Penerima Pupuk pada Titik Serah) sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap petani tidak perlu khawatir, musim tanam April–September bisa dijalani dengan optimal,” ujar Daconi.
Di sisi regulasi, pemerintah telah melakukan perubahan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi secara signifikan. Sebanyak 145 aturan sebelumnya dipangkas menjadi satu peraturan induk, yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, yang kemudian disempurnakan dengan Perpres 113/2025. Sebagai pelengkap, diterbitkan pula Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 sebagai pedoman pelaksanaannya.
Penyederhanaan regulasi ini dinilai mampu mendukung kelancaran distribusi pupuk ke seluruh Indonesia sehingga berjalan lebih efektif dan tepat waktu. Dampaknya, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional per 10 Mei 2026 mencapai 3,46 juta ton, atau 35 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 9,85 juta ton. Angka ini tercatat lebih tinggi 35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Daconi juga menegaskan komitmen Pupuk Indonesia Group dalam melakukan pengawasan ketat agar penerima pupuk pada titik serah disiplin menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diturunkan pemerintah sebesar 20 persen untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap program swasembada pangan nasional.
Ia mengimbau petani untuk melakukan penebusan hanya di titik serah atau kios resmi guna memastikan produk yang diterima asli. Menurutnya, saat ini banyak oknum tidak bertanggung jawab yang menawarkan produk palsu dengan iming-iming harga lebih murah. Petani diminta berhati-hati agar tidak tertipu dan tetap mendapatkan hasil optimal dalam budi daya mereka.
“Petrokimia Gresik berkomitmen menjaga keberlangsungan produksi dan ketersediaan pupuk nasional di tengah tantangan global. Kami ingin memastikan kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi sehingga produktivitas pertanian nasional dapat terus terjaga,” ujar dia.
Artikel Terkait
BSI Sediakan 600 Kursi Roda dan Layanan Digital untuk Jamaah Haji 2026
bank bjb Jalin Sinergi dengan PUSRI untuk Perkuat Layanan Perbankan Sektor Industri Strategis
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,839 Juta per Gram, Buyback Bertahan
Bocah SD Tewas Tertimpa Patung di Museum Ranggawarsita Semarang