Kebakaran Bromo Meluas ke Empat Kabupaten, Angin Kencang Hambat Pemadaman

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:12 WIB
Kebakaran Bromo Meluas ke Empat Kabupaten, Angin Kencang Hambat Pemadaman

Kebakaran lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memasuki hari kesembilan tanpa henti. Titik api kini menjalar ke empat kabupaten, memaksa tim gabungan terus berjibaku memadamkan api yang mulai berkobar sejak Selasa (3/8).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan pemadaman terkonsentrasi di dua area: kawasan Dingklik di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, dan kawasan P30 di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. "Tim gabungan dibagi dua grup untuk penanganan darat di area Pusung Duwur wilayah Dingklik, bagian atas dan bawah. Dari arah Ngadas Probolinggo, kepulan asap masih terpantau di wilayah P30," ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (12/8).

Angin kencang menjadi kendala utama dalam pengendalian api dari darat. Kecepatan angin tercatat antara 5 hingga 37 kilometer per jam, ditambah asap tebal dan titik api yang berada di tebing curam. "Medan yang terjal menyulitkan tim pemadam manual menjangkau titik api, sementara angin kencang membuat api cepat meluas. Cuaca berkabut dan asap tebal juga mengganggu visibilitas helikopter untuk water bombing," jelas Satriyo.

Untuk operasi udara, pengambilan air dilakukan dari Danau Ranupani dan Ranu Regulo. Pemilihan dua sumber air ini karena jaraknya lebih dekat dan debit air di Ranupani mulai menyusut. "Posko personel berada di samping Bromo Hillside, Kabupaten Malang, sebagai pusat koordinasi lapangan," tambahnya.

Luas area terbakar sementara diperkirakan mencapai 921,42 hektare, dengan vegetasi yang dominan terbakar adalah cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. "Wilayah terdampak meluas ke arah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan," ungkap Satriyo.

Komandan Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza Sastranegara, menyatakan operasi pemadaman dari udara di kawasan Penanjakan hanya bisa dilakukan dengan satu helikopter. "Kendala utama adalah zero visibility atau cuaca buruk, sehingga helikopter tidak dapat melanjutkan operasi karena keselamatan penerbangan menjadi prioritas," ujarnya dalam rapat koordinasi.

Ketiga helikopter dari BNPB dan TNI AL dikerahkan untuk mendinginkan titik api di Pakis Bincis, Dingklik (Pasuruan), dan P30 (Probolinggo). Dari pengawasan udara, masih terpantau titik api yang aktif kembali. "Sempat muncul titik api baru di Penanjakan, sehingga ketiga helikopter akan melakukan pembasahan dan water bombing di lokasi-lokasi tersebut," tutup Reza.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags