Realisasi Investasi Sulawesi Selatan Tembus Rp5,41 Triliun pada Kuartal I 2026, Tumbuh 37,63 Persen

- Rabu, 13 Mei 2026 | 13:01 WIB
Realisasi Investasi Sulawesi Selatan Tembus Rp5,41 Triliun pada Kuartal I 2026, Tumbuh 37,63 Persen

Realisasi investasi di Sulawesi Selatan pada awal tahun 2026 menunjukkan kinerja yang kuat. Hingga kuartal pertama tahun ini, total penanaman modal yang masuk mencapai Rp5,41 triliun, meningkat 37,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp3,93 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Selatan, Asrul Sani, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi kuat dari sektor domestik maupun internasional. Dari sisi komposisi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp3,13 triliun, sementara penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp2,28 triliun.

Sektor pertambangan tetap menjadi penopang utama investasi di wilayah tersebut. Realisasi investasi di sektor ini mencapai Rp2,17 triliun, atau sekitar 40,14 persen dari total investasi. Meskipun demikian, sejumlah sektor lain juga turut memberikan kontribusi signifikan pada kuartal pertama.

Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencatatkan investasi sebesar Rp688 miliar. Sementara itu, sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi menyumbang Rp606 miliar. Keberagaman sektor ini menunjukkan bahwa perekonomian Sulawesi Selatan tidak hanya bergantung pada satu bidang usaha.

Berdasarkan negara asal investor asing, Kanada menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1,01 triliun, atau 44,14 persen dari total PMA. Australia menyusul dengan investasi sebesar Rp960 miliar, Singapura sebesar Rp112 miliar, dan Hong Kong Rp101 miliar. Dominasi investor dari Amerika Utara dan Australia ini menandakan kepercayaan yang tinggi terhadap iklim investasi di Sulawesi Selatan.

Secara wilayah, Kabupaten Luwu tercatat sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi, mencapai Rp1,41 triliun atau 25,98 persen dari total investasi Sulawesi Selatan. Kota Makassar menyusul di posisi kedua dengan Rp1,23 triliun, diikuti Kabupaten Luwu Timur sebesar Rp1,21 triliun. Adapun Kabupaten Maros mencatatkan investasi Rp469 miliar dan Kabupaten Pangkep sebesar Rp165 miliar.

Kinerja investasi ini beriringan dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja. Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, tercatat 7.005 orang terserap, naik 24,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Mayoritas merupakan tenaga kerja Indonesia sebanyak 6.877 orang, sementara tenaga kerja asing tercatat 128 orang.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan realisasi investasi sepanjang tahun 2026 mencapai Rp22,58 triliun. Dengan capaian Rp5,41 triliun pada kuartal pertama, progres realisasi telah menyentuh 23,96 persen dari target tahunan. Asrul Sani berharap tren positif ini dapat terus terjaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional di periode berikutnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar