Legenda sepak bola Pantai Gading, Didier Drogba, melontarkan kritik pedas terhadap kinerja Video Assistant Referee (VAR) setelah timnasnya harus mengakui keunggulan Norwegia 1-2 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6/2026). Kekalahan itu memupus langkah bersejarah Pantai Gading di turnamen, sekaligus mengantarkan Norwegia ke babak 16 besar untuk berhadapan dengan Brasil di Stadion New York New Jersey.
Drogba menilai timnya layak mendapatkan hadiah penalti pada babak kedua setelah terjadi insiden yang melibatkan Nicolas Pépé di dalam kotak penalti. Kekecewaannya ia luapkan melalui akun media sosial X. "Disgraceful, that penalty not called on Nicolas Pépé, pfffffff, what's the point of VAR?!??!" tulis Drogba.
Pertandingan berlangsung ketat sepanjang laga. Norwegia unggul lebih dulu melalui sepakan Antonio Nusa ke pojok atas gawang pada menit ke-39. Pantai Gading menyamakan kedudukan lewat aksi solo Amad Diallo di pertengahan babak kedua. Namun, gol larut Erling Haaland pada menit ke-86 memastikan kemenangan Norwegia.
Gol Haaland tidak hanya membawa Norwegia lolos, tetapi juga membuatnya melewati rekor Cristiano Ronaldo dalam jumlah gol fase gugur Piala Dunia sepanjang masa.
Artikel Terkait
Kontroversi VAR Warnai Kemenangan Argentina atas Mesir di Piala Dunia 2026
Delapan Kontroversi VAR Warnai Piala Dunia 2026
FIFA Beri Penjelasan Resmi soal Dua Keputusan Kontroversial di Laga Argentina vs Mesir
Keputusan VAR Anulir Gol Mesir Tuai Kritik, Eks Wasit Piala Dunia Nilai Melanggar Protokol