Delapan Kontroversi VAR Warnai Piala Dunia 2026

- Jumat, 10 Juli 2026 | 13:30 WIB
Delapan Kontroversi VAR Warnai Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 menyuguhkan laga-laga penuh drama. Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada aksi para pemain di lapangan. Sejumlah keputusan wasit dan penggunaan Video Assistant Referee (VAR) justru menjadi pembahasan yang terus bergulir di kalangan penggemar, pelatih, hingga pengamat sepak bola.

Berbagai insiden yang terjadi sepanjang turnamen memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan aturan permainan. Berikut delapan kontroversi terbesar yang membekas sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

Gol Iran Disahkan, Offside Sánchez Diperdebatkan

Salah satu keputusan VAR yang paling banyak dibicarakan terjadi saat Iran mencetak gol melalui Jalal Hosseini Khalilzadeh. Dalam momen yang sama, posisi Davinson Sánchez juga menjadi perhatian karena dinilai berada dalam situasi offside dengan selisih yang sangat tipis.

Keputusan tersebut akhirnya tetap diambil sesuai hasil pemeriksaan VAR, tetapi banyak pihak mempertanyakan akurasi dan batas toleransi yang digunakan sehingga memicu perdebatan berkepanjangan.

Messi Tidak Dikartu Merah

Nama Lionel Messi ikut menjadi sorotan setelah lolos dari hukuman kartu merah dalam pertandingan menghadapi Aljazair. Banyak pengamat menilai pelanggaran yang dilakukannya cukup keras untuk berujung kartu merah. Namun wasit memilih tidak mengeluarkan hukuman maksimal, sehingga memunculkan kritik terkait konsistensi penerapan aturan terhadap setiap pemain.

Ghana Gagal Mendapat Penalti

Laga Ghana kontra Inggris menyisakan kontroversi besar pada menit ke-79. Saat skor masih imbang, Ghana merasa berhak memperoleh hadiah penalti setelah terjadi insiden di kotak terlarang. Namun, wasit tidak menunjuk titik putih. Keputusan tersebut tetap bertahan hingga pertandingan berakhir, memicu protes dari berbagai pihak.

Gol Leroy Sané Mengundang Polemik

Gol Leroy Sané ke gawang Ekuador juga masuk dalam daftar keputusan yang paling diperdebatkan. Sebelum bola masuk ke gawang, tayangan ulang memperlihatkan dugaan benturan yang dilakukan Aleksandar Pavlović terhadap Pedro Vite. Meski demikian, gol tetap disahkan dan menjadi salah satu keputusan yang paling banyak menuai kritik.

Kasus Folarin Balogun Jadi Perhatian

Kontroversi berikutnya melibatkan Folarin Balogun yang memunculkan diskusi luas sepanjang turnamen. Penangguhan kartu merah pemain Amerika Serikat tersebut paling banyak menuai kritik. Kasus itu tidak hanya dibahas dari sisi teknis pertandingan, tetapi juga dikaitkan dengan pengaruhnya terhadap kondisi mental pemain serta performa tim nasional Amerika Serikat selama kompetisi berlangsung.

Offside Dramatis Portugal vs Kroasia

Pertandingan Portugal melawan Kroasia diwarnai keputusan offside yang datang pada momen-momen krusial. Keputusan tersebut membuat peluang Kroasia untuk menyamakan kedudukan sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu akhirnya sirna. Insiden itu pun memancing perdebatan panjang di kalangan pecinta sepak bola.

VAR Argentina Bertemu Mesir

Penggunaan VAR kembali menjadi sorotan ketika Argentina menghadapi Mesir. Teknologi tersebut digunakan untuk meninjau proses gol Argentina, tetapi tidak dipakai untuk memeriksa dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah di area penalti beberapa saat sebelumnya. Perbedaan perlakuan itu memicu kritik mengenai konsistensi pengambilan keputusan.

Inkonsistensi Wasit Sepanjang Turnamen

Di luar sejumlah insiden besar tersebut, kepemimpinan wasit selama Piala Dunia 2026 juga terus menjadi bahan evaluasi. Beragam keputusan yang berbeda pada situasi serupa membuat banyak pihak mempertanyakan standar penggunaan VAR dan konsistensi pengadil lapangan. Perdebatan mengenai kualitas perwasitan pun menjadi salah satu isu yang paling menonjol sepanjang turnamen berlangsung.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags