Kadin Gelar Diplomatic Breakfast, 34 Dubes Hadir Bahas Ekonomi RI

- Jumat, 10 Juli 2026 | 14:20 WIB
Kadin Gelar Diplomatic Breakfast, 34 Dubes Hadir Bahas Ekonomi RI

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar forum Diplomatic Economic Breakfast di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (10/7/2026) pagi. Acara ini menjadi ajang dialog antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas diplomatik untuk membahas prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, antusiasme komunitas diplomatik sangat tinggi. Sebanyak 67 negara berpartisipasi, dengan 34 duta besar hadir langsung. "Pagi ini saya menghadiri acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic. Tadi lebih dari 60 negara, tepatnya 67 negara, dan ada 34 duta besar yang hadir langsung," kata Airlangga dalam sambutannya.

Dalam forum tersebut, pemerintah menyampaikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia di tengah tantangan global. Airlangga menyebut, ketidakpastian saat ini tidak hanya berasal dari konflik geopolitik yang belum mereda di Ukraina dan Selat Hormuz, tetapi juga disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).

"Jadi, di tengah ketidakpastian, terutama selain terkait dengan konflik geopolitik yang belum selesai, baik di Ukraine maupun di Selat Hormuz, ditambah lagi ketidakpastian dengan teknologi disruption seperti artificial intelligence, Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi, terutama terkait dengan supply chain," jelasnya.

Pemerintah pun terus memperkuat fondasi ekonomi nasional, terutama melalui penguatan rantai pasok, sekaligus menjaga kedaulatan pangan dan energi sesuai arahan Presiden. "Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi, terutama terkait dengan supply chain. Dan arahan Pak Presiden, kita perkuat dalam setiap ketidakpastian itu yang terkait dengan kedaulatan pangan dan kedaulatan energi," sambung Airlangga.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady mengapresiasi inisiatif pemerintah yang membuka ruang dialog dengan komunitas diplomatik dan dunia usaha internasional. Menurutnya, forum ini memberi kesempatan bagi para duta besar untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi dan prospek ekonomi Indonesia. "Dan ini hari juga kami senang sekali mendengar beberapa inisiatif baru yang surprising untuk kita semua adalah ke depan ini mengenai artificial intelligence akan merupakan satu center stage untuk Indonesia," kata James.

Acara makan pagi bersama ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady, serta puluhan duta besar negara sahabat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags