Rusia kembali menggelar uji coba rudal jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak nuklir pada Selasa (12/5), sebuah langkah yang menandai era baru ketegangan senjata global setelah perjanjian pengendalian persenjataan nuklir dengan Amerika Serikat resmi berakhir. Uji coba ini menjadi yang pertama sejak perjanjian New START kehilangan kekuatan hukumnya pada Februari lalu, sekaligus membebaskan kedua negara adidaya nuklir dari berbagai batasan yang selama ini mengikat.
Pengumuman mengenai uji coba tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Vladimir Putin. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa sistem rudal yang diuji merupakan yang terkuat di dunia. “Ini adalah sistem rudal paling ampuh di dunia,” klaim Putin setelah menerima laporan keberhasilan peluncuran rudal Sarmat, sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dikembangkan sebagai kebanggaan baru industri pertahanan Rusia.
Putin menambahkan bahwa rudal Sarmat mampu membawa hulu ledak dengan kekuatan empat kali lipat lebih besar dibandingkan rudal apa pun yang saat ini dimiliki oleh militer negara-negara Barat. Ia juga menyatakan bahwa rudal tersebut akan mulai menjalani “tugas tempur” pada akhir tahun ini. Namun, pernyataan serupa telah disampaikan berulang kali sejak uji coba pertama Sarmat pada tahun 2022, dan hingga kini rencana pengerahan tersebut belum terealisasi.
Rudal Sarmat, yang oleh NATO dijuluki sebagai “Satan II”, merupakan rudal ICBM pertama yang diproduksi Rusia pasca-Uni Soviet dan diklasifikasikan sebagai rudal super berat. Keberadaannya menjadi simbol ambisi militer Rusia di tengah lanskap geopolitik yang semakin tidak menentu pasca-berakhirnya perjanjian New START. Sementara itu, berakhirnya perjanjian tersebut secara resmi menghapus batasan jumlah hulu ledak dan sistem peluncuran yang sebelumnya disepakati oleh kedua negara, membuka jalan bagi potensi perlombaan senjata baru di tingkat global.
Artikel Terkait
BSI Sediakan 600 Kursi Roda dan Layanan Digital untuk Jamaah Haji 2026
bank bjb Jalin Sinergi dengan PUSRI untuk Perkuat Layanan Perbankan Sektor Industri Strategis
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,839 Juta per Gram, Buyback Bertahan
Bocah SD Tewas Tertimpa Patung di Museum Ranggawarsita Semarang