Siswi SMAN 1 Pontianak Bersyukur atas Dukungan Publik Usai Penampilannya Viral, MPR Nonaktifkan Juri LCC Empat Pilar

- Rabu, 13 Mei 2026 | 09:31 WIB
Siswi SMAN 1 Pontianak Bersyukur atas Dukungan Publik Usai Penampilannya Viral, MPR Nonaktifkan Juri LCC Empat Pilar

Rasa syukur dan terima kasih disampaikan oleh Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang akrab disapa Ocha, atas dukungan masyarakat yang mengalir setelah penampilannya dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI viral di media sosial. Ocha mengaku bahwa perhatian publik yang begitu besar menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya dan tim untuk terus berkembang.

“Dari saya dan tim berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya kepada kami. Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk berkembang dan maju lagi ke depannya,” ujar Ocha saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026). Kehadirannya di Ibu Kota merupakan undangan dari Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda.

Ocha mengaku tidak menyangka bahwa video penampilannya dalam lomba tersebut mendapat atensi sebesar ini. Ia pun mengungkapkan keterkejutannya atas respons publik yang meluas. “Saya dan tim sebenarnya tidak menyangka bahwa atensinya bisa sebesar ini dan video yang tersebar juga booming,” katanya.

Sementara itu, Rifqinizamy Karsayuda yang juga merupakan alumni SMAN 1 Pontianak memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan para peserta. Ia menilai kemampuan komunikasi adik-adiknya di bangku SMA tersebut jauh melampaui pengalamannya saat masih menjadi siswa. “Saya kira saya terkejut melihat kemampuan komunikasi adik-adik saya. Ini kan kalau saya dulu berarti kelas 1, kelas 2 SMA. Waktu itu saya memimpin OSIS di SMA ini nggak sebagus ini kemampuan komunikasi saya,” ujar Rifqi.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya perlindungan psikologis bagi para peserta yang masih berusia remaja. “Yang tidak kalah penting kita juga harus sadar mereka adalah remaja yang secara psikologi harus kita proteksi,” sambungnya.

Kontroversi dalam lomba tersebut bermula dari perbedaan penilaian terhadap jawaban yang dianggap serupa. Dalam video yang beredar dan dilihat pada Senin (11/5), Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK. Namun, jawaban yang hampir sama dari Grup B SMAN 1 Sambas justru diberi nilai sepuluh oleh juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita. Peserta Grup C sempat memprotes karena meyakini jawaban mereka identik, namun juri menyatakan bahwa jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara eksplisit.

Menanggapi polemik tersebut, MPR RI telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara pada kegiatan cerdas cermat itu. MPR juga berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan acara. “Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” demikian pernyataan resmi MPR melalui akun Instagramnya, Selasa (12/5).

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar