Schumer Tuding Trump Bawa AS ke Perpanjangan Konflik dengan Iran, Langgar Aturan Batas Waktu Perang

- Rabu, 13 Mei 2026 | 13:20 WIB
Schumer Tuding Trump Bawa AS ke Perpanjangan Konflik dengan Iran, Langgar Aturan Batas Waktu Perang

Partai Demokrat Amerika Serikat menilai konflik militer dengan Iran belum benar-benar berakhir dan justru berpotensi menyeret Washington ke dalam perang berkepanjangan yang tidak memiliki kejelasan tujuan. Pandangan ini disampaikan oleh Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, yang secara terbuka menuduh Presiden Donald Trump sengaja membawa negaranya ke dalam situasi perang yang mahal dan tanpa arah yang pasti.

Schumer bahkan menyebut klaim pemerintahan Trump bahwa konflik dengan Iran telah usai sebagai pernyataan yang tidak berdasar. Menurutnya, situasi di lapangan masih jauh dari kata selesai, terutama setelah putaran terbaru perundingan damai dengan Iran kembali menemui kegagalan.

“Donald Trump menyeret Amerika ke dalam perang, perang ilegal dan mahal tanpa tujuan apa pun, tanpa akhir yang jelas,” kata Schumer dalam pernyataannya.

Politisi dari Partai Demokrat itu juga menyoroti pelanggaran batas waktu yang diatur dalam Undang-Undang Kekuatan Perang (War Powers Act/WPA). Aturan tersebut menetapkan bahwa operasi militer harus dihentikan apabila presiden tidak memperoleh persetujuan dari Kongres dalam waktu 60 hari sejak dimulainya permusuhan.

“Sudah lebih dari seminggu sejak kita mencapai ambang batas 60 hari berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Perang, yang berarti permusuhan harus dihentikan kecuali Trump mendapatkan otorisasi dari Kongres,” ujarnya.

Schumer juga menuding Trump bersama Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, berupaya menghindari tenggat waktu penghentian perang tersebut. Kegagalan negosiasi terbaru dengan Iran, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa ketegangan masih terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

“Perang ini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Baru hari ini, putaran negosiasi terbaru dengan Iran gagal. Trump terus menggali lubang yang semakin dalam untuk dirinya sendiri,” kata Schumer.

Sementara itu, Partai Demokrat di Senat berencana kembali menggelar pemungutan suara untuk mengesahkan resolusi penghentian perang terhadap Iran. Rencana ini akan menjadi upaya ketujuh kalinya untuk menarik pasukan AS dari konflik tersebut.

Schumer mendesak Partai Republik untuk mendukung resolusi itu demi menjaga kewenangan perang sesuai konstitusi, melindungi personel militer AS, serta mengurangi beban biaya operasi militer yang terus membengkak.

“Jika Partai Republik peduli tentang pelestarian otorisasi perang, menjaga keselamatan personel militer, dan menurunkan biaya bagi warga AS, mereka perlu mendukung resolusi Kekuatan Perang dan mengakhiri perang ini,” ujarnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar