Australia Kirim Pesawat Pengintai Canggih ke Selat Hormuz untuk Jaga Jalur Pelayaran

- Rabu, 13 Mei 2026 | 17:15 WIB
Australia Kirim Pesawat Pengintai Canggih ke Selat Hormuz untuk Jaga Jalur Pelayaran

Australia akan mengerahkan pesawat pengintai berteknologi tinggi untuk mendukung misi internasional menjaga jalur pelayaran tetap terbuka di Selat Hormuz. Keputusan ini diumumkan Menteri Pertahanan Australia Richard Marles setelah mengikuti pertemuan virtual yang melibatkan menteri pertahanan dari lebih dari 40 negara pada Selasa lalu.

Pesawat yang akan dikerahkan adalah Boeing E-7 Wedgetail, salah satu platform pengawasan udara paling canggih di dunia. Sebelumnya, pesawat serupa telah diterbangkan ke kawasan itu pada Maret sebagai bagian dari upaya melindungi Uni Emirat Arab dari serangan Iran.

Misi multinasional yang dipimpin Inggris dan Prancis ini bertujuan melindungi navigasi di Selat Hormuz, jalur perairan yang memiliki nilai strategis sangat penting bagi perdagangan global. Marles menegaskan bahwa peran Australia dalam operasi tersebut akan tetap bersifat defensif dan dimaksudkan untuk melengkapi upaya diplomatik sekaligus mengurangi risiko eskalasi lebih lanjut.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers memperingatkan bahwa ketidakstabilan berkepanjangan di Timur Tengah telah memengaruhi harga energi global. Ia menilai situasi ini dapat menekan perekonomian Australia melalui inflasi serta perlambatan pertumbuhan.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel dan sekutu Washington di kawasan Teluk, serta menutup Selat Hormuz. Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun negosiasi di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar