JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari media oposisi Iran. Mereka melaporkan bahwa putra Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba, telah dipilih untuk menggantikan sang ayah sebagai Pemimpin Tertinggi. Laporan ini, jika terbukti benar, bisa mengubah peta politik Iran secara drastis.
Media Iran International, yang berbasis di luar negeri, menyebutkan hal itu pada Selasa lalu. Menurut mereka, Majelis Pakar Iran sudah menunjuk Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun itu. Namun begitu, pemerintah di Teheran sendiri masih bungkam. Tidak ada konfirmasi resmi yang keluar.
Justru, pemberitaan malah ramai di media-media Israel. Spekulasi pun langsung melebar, terutama di tengah situasi keamanan yang memang sedang kacau. Sebelumnya, Mojtaba bahkan sempat disebut-sebut menjadi korban dalam serangan mematikan hari Sabtu yang menewaskan puluhan tokoh senior. Informasi yang simpang siur ini jelas menambah aura ketidakpastian di ibu kota Iran.
Isu suksesi ini sendiri sudah lama mengambang. Pertanyaan besar selalu ada: siapa yang akan menggantikan Khamenei senior, figur yang selama puluhan tahun menjadi poros kebijakan keras Iran, terutama terhadap Barat?
Mojtaba, di mata banyak pengamat, dikenal sangat loyal pada garis konservatif ayahnya. Dia punya hubungan yang erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), pasukan elite yang menjadi sokoguru rezim. Meski tak pernah memegang jabatan publik resmi, pengaruhnya di balik layar dianggap sangat kuat. Buktinya, Amerika Serikat tetap memasukkan namanya dalam daftar sanksi pada 2019.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Elite Bahas Dampak Global dan Kesiapan Indonesia
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia Mulai Maret 2026
Prabowo Gelar Pertemuan Khusus dengan Tokoh Senior Bahas Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Siap Evakuasi 15 WNI dari Teheran, Waktu Pelaksanaan Masih Dikaji