Sandi pun mengimbau. Masyarakat jangan sungkan menghubungi 110 kalau melihat hal yang mencurigakan. Entah itu nongkrong yang mulai meresahkan, indikasi tawuran, atau aktivitas aneh lainnya.
“Apabila melihat hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan, silakan hubungi 110,” tegasnya.
“Dengan dukungan teknologi, posisi pelapor dapat terdeteksi sehingga memudahkan anggota kami untuk segera memberikan respons.”
Ini bagian dari transformasi digital Polri, katanya. Upaya berbenah diri mengikuti zaman untuk pelayanan yang lebih profesional. Perlindungan dan pengayoman pada masyarakat tujuannya.
Tak hanya ke Muhammadiyah, Sandi juga menyambangi Pondok Pesantren Aulia Cendikia di Palembang. Di sana, dia bersilaturahmi dengan Ketua PWNU Sumsel, KH. Hendra Zainuddin. Intinya sama: membangun komunikasi, merajut kerjasama. Langkah nyata menjadikan tokoh agama sebagai mitra dalam menjaga ketertiban.
Artikel Terkait
Direktur K3 Beberkan Setoran Rp100 Juta per Tahun ke Pejabat Kemnaker
Kapolda Sumsel Tekankan Peningkatan Kompetensi Personel di Tengah Evaluasi SDM
Mees Hilgers Jadi Incaran PSV, Bek Indonesia Berpeluang Tampil di Liga Champions
Pemerintah Bekukan Harga Pertalite dan Biosolar hingga Akhir 2026