Jakarta Pusat punya kabar baru. Di kawasan Senen yang padat, tepatnya di tepian rel Kelurahan Kramat, sebanyak 324 unit hunian baru akan segera dibangun. Proyek ini langsung digeber menyusul instruksi dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi warga.
Langsung ke lokasi, Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, turun bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Mereka mengecek kesiapan lahan, didampingi Direktur Operasi II Hutama Karya, Mardiansyah. Intinya, mereka mau pastikan semuanya siap secara teknis sebelum pengerjaan dimulai.
Dony Oskaria menekankan, aset-aset BUMN yang selama ini menganggur harus bisa dimanfaatkan. “Ini kuncinya,” ujarnya. Menurutnya, optimalisasi aset itu penting banget untuk mendukung program perumahan nasional agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Aset-aset BUMN yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat kita dorong untuk memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Kami tengah memetakan aset potensial lainnya guna mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Dony, Senin (6/4/2026).
Menteri Maruarar Sirait sendiri mengapresiasi langkah cepat BUMN dan Danantara. Sinergi seperti ini, harapannya, bisa menjawab persoalan permukiman di Jakarta Pusat dengan hunian yang lebih terintegrasi dan layak.
Di sisi lain, Hutama Karya berperan aktif memastikan perencanaan dan kualitas pembangunannya nanti benar-benar tinggi. Tak cuma bangun rumah, mereka juga ingin menciptakan ekosistem yang mendukung aktivitas ekonomi warga sekitar.
Hamdani, Plt EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menyebut proyek ini adalah wujud nyata dari government preneurship. Artinya, BUMN terjun langsung menjawab kebutuhan infrastruktur sosial.
“Hutama Karya berkomitmen penuh menjadi mitra strategis pemerintah. Menindaklanjuti instruksi Presiden, kami akan melakukan akselerasi pengerjaan agar pembangunan hunian di Senen ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam waktu singkat," tegas Hamdani.
Targetnya ambisius. Proyek hunian ini ditargetkan tuntas seluruhnya pada 15 Juni 2026.
"Kami menargetkan proyek hunian ini dapat rampung sepenuhnya pada 15 Juni mendatang sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas hidup warga sesuai Instruksi Presiden melalui Danantara,” tambahnya.
Kolaborasinya cukup luas, melibatkan BP BUMN, Kementerian PKP, Danantara, BPS, hingga Pemda DKI Jakarta. Intinya, proyek bersama BUMN Karya lainnya ini diharapkan jadi solusi konkret: menghadirkan hunian tertata dan terjangkau di tengah kota, sekaligus mengatasi backlog kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Nah, dalam waktu dekat ini, pemerintah bersama BUMN akan merampungkan pemetaan aset dan tahapan pelaksanaannya. Tujuannya satu: agar program ini bisa segera jalan, terarah, dan transparan.
Artikel Terkait
Jumlah Jemaah Haji 2026 Tembus 1,7 Juta Orang, Naik 2 Persen dari Tahun Lalu
Pemprov DKI Naikkan Jumlah Hewan Kurban Jadi 220 Ekor, 744 Petugas Dikerahkan Awasi Proses
Transjakarta Tunda Jam Operasional pada Iduladha 2026, Layanan Mulai Pukul 09.00 WIB
Israel Kembali Targetkan Komandan Baru Hamas di Gaza, Gantikan Petinggi yang Tewas Sebelumnya