Kapolda Sumsel Sosialisasikan Layanan 110 ke Ormas Islam untuk Perkuat Sinergi Keamanan

- Jumat, 20 Februari 2026 | 00:20 WIB
Kapolda Sumsel Sosialisasikan Layanan 110 ke Ormas Islam untuk Perkuat Sinergi Keamanan

JAKARTA – Menjaga keamanan bukan cuma urusan aparat. Itulah prinsip yang dipegang Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Sandi Nugroho. Untuk itu, dia aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai tokoh kunci di masyarakat, termasuk para ulama dan pemuka agama. Sinergi antara kepolisian dan mereka dinilainya sebagai kunci menjaga stabilitas.

Dalam kunjungannya ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan, Kamis (19/2/2026), Sandi tak cuma bersilaturahmi. Dia juga mempromosikan satu layanan andalan: nomor 110.

“Di kepolisian, ada layanan 110, layanan ini tidak berbayar dan langsung terhubung dengan operator kami,” ujar Sandi.

“Operator akan menerima serta mendengarkan masukan, saran, maupun keluhan dari masyarakat.”

Menurutnya, kolaborasi dengan tokoh agama adalah kemitraan strategis. Mereka punya pengaruh besar di akar rumput. Karena itulah, Sandi mengajak seluruh elemen Muhammadiyah untuk aktif menciptakan suasana yang aman dan damai. Kondusifitas daerah, baginya, adalah tanggung jawab bersama.

Nah, soal layanan 110 ini cukup menarik. Sistemnya sudah terintegrasi penuh dengan Polres terdekat. Jadi, begitu laporan masuk, personel lapangan khususnya satuan Samapta bisa langsung bergerak. Mereka adalah ujung tombak respons cepat kepolisian.

Sandi pun mengimbau. Masyarakat jangan sungkan menghubungi 110 kalau melihat hal yang mencurigakan. Entah itu nongkrong yang mulai meresahkan, indikasi tawuran, atau aktivitas aneh lainnya.

“Apabila melihat hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan, silakan hubungi 110,” tegasnya.

“Dengan dukungan teknologi, posisi pelapor dapat terdeteksi sehingga memudahkan anggota kami untuk segera memberikan respons.”

Ini bagian dari transformasi digital Polri, katanya. Upaya berbenah diri mengikuti zaman untuk pelayanan yang lebih profesional. Perlindungan dan pengayoman pada masyarakat tujuannya.

Tak hanya ke Muhammadiyah, Sandi juga menyambangi Pondok Pesantren Aulia Cendikia di Palembang. Di sana, dia bersilaturahmi dengan Ketua PWNU Sumsel, KH. Hendra Zainuddin. Intinya sama: membangun komunikasi, merajut kerjasama. Langkah nyata menjadikan tokoh agama sebagai mitra dalam menjaga ketertiban.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar