Sabtu lalu (17/1), BPJS Kesehatan memberikan kejutan yang cukup menyenangkan. Mereka memberikan penghargaan khusus kepada 27 mitra fasilitas kesehatan. Apa pasal? Tempat-tempat pelayanan kesehatan ini dinilai sukses banget dalam mengadopsi digitalisasi untuk melayani peserta JKN. Tidak main-main, mereka benar-benar memanfaatkan teknologi.
Menurut Edwin Aristiawan, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, pemberian penghargaan ini adalah bentuk apresiasi nyata. "Ini bukti keseriusan faskes dalam memanfaatkan teknologi informasi," ujarnya.
Edwin menjelaskan lebih lanjut melalui keterangan tertulis. Baginya, transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan bagian krusial untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
"Lewat pemanfaatan teknologi, peserta JKN bisa merasakan layanan yang lebih praktis. Di sisi lain, faskes juga terbantu untuk meningkatkan efektivitas pelayanannya," jelas Edwin.
Kerja sama antara BPJS Kesehatan dan berbagai faskes ini memang konsisten membangun ekosistem digital. Mereka perlahan tapi pasti meninggalkan proses manual yang terfragmentasi. Tujuannya jelas: menuju sistem yang terintegrasi, real-time, dan tentu saja, memudahkan peserta.
Penerapan digitalisasinya sendiri cukup beragam. Mulai dari penggunaan Aplikasi Mobile JKN sebagai kanal utama, antrean online di faskes, hingga penguatan integrasi sistem informasi. Mereka juga mengembangkan rekam medis elektronik dan i-Care. Tidak ketinggalan, penguatan tata kelola TI lewat aspek keamanan informasi dan keandalan layanan.
"Dampaknya lumayan signifikan," kata Edwin. Digitalisasi ini berimbas pada waktu tunggu yang lebih singkat, efisiensi operasional faskes yang naik, dan mutu layanan yang kian kuat berkat rekam medis elektronik. Pada ujungnya, semua itu bermuara pada satu hal: kepuasan peserta.
Penghargaan Transformasi Digital Award Tahun 2025 ini tak hanya untuk rumah sakit atau klinik. Beberapa kantor wilayah dan cabang BPJS Kesehatan yang aktif mendorong transformasi ini juga dapat apresiasi. Edwin menegaskan, sinergi berkelanjutan mutlak diperlukan. Barulah pembaruan sistem ini benar-benar berdampak, memberikan kemudahan akses dan kepastian bagi peserta JKN.
"Dengan apresiasi ini, harapan kami besar. Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan bisa terus berkembang dan manfaatnya dirasakan lebih luas," tutup Edwin.
Nah, berikut ini daftar lengkap para penerima penghargaan tersebut:
Kategori Pemanfaatan Antrean Online Melalui Mobile JKN di FKTP
Sub Kategori Puskesmas:
1. Puskesmas Cikembulan
2. Puskesmas Cililin
3. Puskesmas Sidamulih
Sub Kategori Klinik Pratama:
1. Klinik Global Medical Centre
2. Klinik Cava Medika Pondok Ungu
3. Klinik Elyon
Sub Kategori Dokter Praktik Perorangan:
1. dr. Dudi Ruhendra
2. dr. Sari Nismala Dewi
3. dr. Didik Bashar ME
Kategori Pemanfaatan Antrean Online Melalui Mobile JKN di FKRTL
Sub Kategori FKRTL Kelas A:
1. RS Santosa Bandung Kopo
2. RSUD Dr. Soetomo Surabaya
3. RSPAL dr. Ramelan Surabaya
Sub Kategori FKRTL Kelas B:
1. RS TK III Ciremai
2. RS Primaya - Makassar
3. RS Permata Cirebon
Sub Kategori FKRTL Kelas C:
1. RS TMC - Tasikmalaya
2. RSU Medimas
3. RSU Univ. Muhammadiyah Cirebon
Sub Kategori FKRTL Kelas D dan Klinik Utama:
1. Klinik Utama Priangan Medical Eye Center
2. RS Awal Bros Ujung Batu
3. RSI Muhammadiyah Sumberrejo
Kategori Member get Member Mobile JKN oleh FKTP
1. Klinik Pratama As Syifa - Mataram
2. Klinik Mitra Medika - Ungaran
3. Puskesmas Siko
Kategori Member get Member Mobile JKN oleh FKRTL
1. RS NU Tuban
2. RS As-Suyuthiyyah
3. RSU Fastabiq Sehat
Artikel Terkait
Prancis Tuding Hezbollah Serang Pasukan PBB di Lebanon, Satu Tentara Tewas
Polda Sumsel Amankan 163 Tersangka dan 7,2 Kg Sabu dalam Pengungkapan Jaringan Narkoba Lintas Wilayah
Gunung Semeru Erupsi, Status Siaga Level III dan Zona Bahaya Dipertegas
Ketua Umum TP PKK Pusat Dukung Minyak Kemiri Belu Jadi Produk Unggulan dan Potensi Ekspor