Kebijakan pemangkasan produksi batu bara untuk tahun depan mulai menimbulkan kecemasan di kalangan pengusaha. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) secara khusus menyoroti rencana itu, yang tertuang dalam RKAB 2026. Mereka khawatir, langkah ini justru bisa bikin masalah besar untuk pasokan listrik nasional.
Hendra Sinadia, Ketua Komite Pertambangan Minerba APINDO, tak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Menurutnya, memotong produksi sambil menaikkan porsi DMO hingga 25 persen adalah kombinasi yang berbahaya. "Di APINDO kita khawatirkan malah bukan hanya produksi ini bisa berdampak kepada kelancaran pasokan kelistrikan dalam negeri," ujarnya.
Kekhawatiran itu ternyata tak sendirian.
"Bahkan Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) juga sudah menyampaikan kekhawatirannya," tambah Hendra, Senin (2/3/2026) lalu.
Faktanya, angka-angka yang beredar memang bikin merinding. Produksi batu bara yang biasanya mentok di kisaran 400-600 juta ton, dikabarkan bakal dipangkas signifikan. Padahal, kebutuhan di dalam negeri justru terus merangkak naik. Tahun lalu saja, konsumsi domestik sudah menyentuh 254 juta ton. Tahun ini, prediksinya bisa melonjak ke angka 260–270 juta ton.
Artikel Terkait
Pemerintah Larang Truk Besar di Jalan Tol dan Arteri Utama Saat Mudik Lebaran 2026
Gubernur DKI Khawatir Konflik Timur Tengah Picu Gejolak Harga, Siapkan Langkah Antisipasi
Luhut Kenang Keteladanan dan Kesetiaan Try Sutrisno
15 Penerbangan Internasional Batal di Bandara Bali Imbas Penutupan Ruang Udara Timur Tengah