Suasana duka di sebuah rumah di Gang Arjuna, Deli Serdang, mendadak ricuh Kamis kemarin. Seorang wanita, yang mengaku berusia sekitar 40 tahun, ketahuan mengambil uang sumbangan yang diletakkan di depan rumah. Rumah itu sendiri sedang berduka karena empat penghuninya tewas dalam kecelakaan kereta api di Tebing Tinggi.
Menurut sejumlah saksi, awalnya wanita itu terlihat melayat. Pakaiannya tertutup rapat, lengkap dengan penutup kepala. Tapi rupanya, niatnya bukan untuk turut berduka. Aksi curinya ketahuan oleh warga yang sedang berada di lokasi.
“Dia tadi ngambil uang duka, dilihat warga, terus ditahan tangannya,” ujar Siti, seorang warga yang sedang melayat.
Wanita itu langsung dikerumuni. Emosi warga yang sudah sedih pun berubah jadi kesal dan kecewa. Mereka kemudian membawanya menghadap sang kepala desa, yang kebetulan sedang diwawancarai wartawan saat itu. Di hadapan banyak orang, pelaku sempat memohon maaf.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kepala desa dan beberapa warga lain akhirnya memboyongnya ke rumah kepala dusun terdekat. Saat digiring, sorakan dan hardikan warga terus menyertainya.
Di tengah keributan itu, dia mengaku hanya mengambil uang sebesar tiga puluh ribu rupiah.
“Rp 30 ribunya Pak,” katanya, dengan suara memelas.
Peristiwa ini terjadi di Dusun I, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua. Sungguh ironis, di tengah kesedihan mendalam akibat musibah yang menewaskan empat orang, masih ada yang tega memanfaatkan situasi untuk mencuri. Aksi wanita itu, meski nilai uangnya tidak besar, telah menorehkan luka tambahan di hati warga yang sedang berduka.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia akan Hadapi Oman di FIFA Matchday Juni 2026, Suporter Ramai Beri Dukungan dan Kritik
Anggota TNI Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Usai Tegur Ibu yang Kasar ke Anak, Dua Pelaku Ditangkap
Jay Idzes Kini Jadi Pilar Utama di Lini Belakang Sassuolo Usai Meniti Karier dari Belanda
Polisi Buru Pelaku Pembakaran Angkot dan Sopir di Tanah Abang Akibat Sengketa Antrean