DPRD DKI Kawal Ketat Perluasan Jaringan Air Perpipaan demi Akses Air Bersih bagi Warga

- Rabu, 10 Juni 2026 | 17:40 WIB
DPRD DKI Kawal Ketat Perluasan Jaringan Air Perpipaan demi Akses Air Bersih bagi Warga

Komitmen untuk memperluas akses air bersih bagi warga Jakarta mendapat dukungan penuh dari DPRD DKI Jakarta, yang tidak hanya mendorong tetapi juga mengawal ketat pembangunan jaringan air perpipaan di ibu kota. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan semakin banyak masyarakat mendapatkan pasokan air minum yang aman, layak, dan berkelanjutan.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menegaskan bahwa pihaknya menggunakan dua instrumen utama, yakni fungsi pengawasan dan penganggaran, untuk mempercepat perluasan cakupan layanan air minum perpipaan. Menurutnya, percepatan ini menjadi prioritas agar seluruh lapisan warga dapat menikmati hak dasar atas air bersih.

“DPRD berkomitmen memastikan alokasi anggaran pembangunan jaringan air tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujar Yuke dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan, pengawasan yang ketat terus dilakukan terhadap berbagai program pembangunan jaringan air perpipaan. Dengan demikian, cakupan layanan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani. “Terkait pipanisasi yang sudah dianggarkan,” ucapnya menegaskan.

Yuke juga menekankan bahwa layanan air bersih harus berpihak kepada masyarakat kecil, termasuk juga untuk memenuhi kebutuhan industri. Menurutnya, akses terhadap air bersih merupakan hak dasar yang harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah. “Harus kami prioritaskan,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PAM Jaya (Perseroda), Arief Nasrudin, mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi salah satu jawaban untuk menghadapi tantangan penyediaan air bersih yang terus meningkat. Ia menilai riset dan pengembangan perlu dilakukan secara berkelanjutan, mengingat inovasi di sektor pengelolaan air terus berkembang pesat.

Salah satu pengembangan teknologi yang tengah disiapkan adalah penggunaan alat yang mampu menangkap kandungan air di udara. Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan uap air yang terdapat di atmosfer, kemudian mengolahnya menjadi air siap minum. “Menangkap titik air di udara dan diproses,” ungkap Arief.

Rencananya, teknologi tersebut akan menjadi bagian dari fasilitas Water Hub atau Water Station yang akan ditempatkan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin. Nantinya, masyarakat dapat mengakses air minum secara langsung dan gratis di lokasi tersebut. Saat ini, pembangunan fasilitas itu masih dalam tahap persiapan.

Arief menjelaskan, prinsip kerja teknologi penangkap air dari atmosfer ini tidak jauh berbeda dengan proses kondensasi pada pendingin udara atau air conditioner (AC). Ia mencontohkan bahwa sejumlah negara di Afrika telah menggunakan teknologi serupa. “Karena mereka sumber airnya susah. Akhirnya dijadikan sebagai salah satu sumber air untuk dibuat pipanisasi,” tutup Arief.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar