Bandara Dubai Kembali Beroperasi Terbatas Usai Penutupan Tiga Hari

- Senin, 02 Maret 2026 | 22:05 WIB
Bandara Dubai Kembali Beroperasi Terbatas Usai Penutupan Tiga Hari

Bandara di Dubai akhirnya akan beroperasi lagi malam ini, meski masih sangat terbatas. Ini adalah kabar baik setelah tiga hari penuh ketidakpastian, di mana semua aktivitas penerbangan di kota itu terpaksa dihentikan total. Pemicunya adalah situasi memanas di Timur Tengah, menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Menurut pernyataan resmi dari Dubai Airports, operasi terbatas akan dimulai dari dua bandara utama: Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Bandara Al Maktoum (DWC). Pengumuman itu disampaikan Senin, 2 Maret 2026.

"Dubai Airports mengumumkan dimulainya kembali penerbangan secara terbatas dari Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Bandara Internasional Dubai World Central - Al Maktoum (DWC) mulai malam ini, Senin, 2 Maret 2026,"

demikian bunyi pernyataan mereka.

Keputusan untuk membuka kembali bandara tentu bukan tanpa pertimbangan. Sebelumnya, situasi benar-benar genting. Lewat akun X-nya pada Sabtu lalu, kantor berita pemerintah Dubai menyatakan semua operasi penerbangan dihentikan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Mereka bahkan secara tegas menyarankan para calon penumpang untuk tidak mendatangi bandara.

"Penumpang disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke bandara pada saat ini dan langsung menghubungi maskapai penerbangan masing-masing untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai penerbangan mereka,"

tulis pernyataan itu. Suasana mencekam jelas terasa.

Pembekuan aktivitas udara ini, tentu saja, berakar dari eskalasi militer yang terjadi. Operasi skala besar AS dan Israel yang dilancarkan Sabtu (28/2) lalu menyasar sejumlah target vital Iran. Sasaran mereka meliputi fasilitas komando, lokasi peluncuran rudal, hingga pangkalan militer. Serangan itu dikabarkan menewaskan sejumlah petinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ali Khamenei.

Gelombang kejutnya pun merambat ke seluruh kawasan. Di hari yang sama, sejumlah negara Teluk seperti Bahrain, UEA, Qatar, dan Kuwait melaporkan rentetan ledakan. Lokasi-ledakan itu diduga kuat berada di sekitar pangkalan militer AS yang tersebar di wilayah tersebut. Situasinya panas, dan dampaknya langsung terasa di pusat penerbangan dunia seperti Dubai.

Kini, dengan dibukanya kembali bandara secara bertahap, setidaknya ada secercah harapan bahwa situasi perlahan mulai dikendalikan. Meski begitu, perjalanan menuju normalitas pasti masih panjang dan penuh kehati-hatian.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar