Pemerintah Kalsel Pastikan Stok Pangan Aman hingga Lebaran Meski Harga Naik

- Selasa, 03 Maret 2026 | 00:15 WIB
Pemerintah Kalsel Pastikan Stok Pangan Aman hingga Lebaran Meski Harga Naik

TVRINews, Banjarbaru

Menjelang pertengahan Ramadan, suasana di pasar-pasar tradisional Kalimantan Selatan memang ramai. Permintaan meningkat, itu sudah biasa. Namun begitu, kabar baik datang dari Pemerintah Provinsi: stok bahan pokok dipastikan aman hingga Lebaran nanti. Meski harga beberapa barang terpantau naik, persediaannya disebut masih cukup untuk bulan-bulan mendatang.

Data terbaru dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) cukup melegakan. Stok beras, misalnya, masih tersisa 12.175 ton. Untuk bumbu dapur, ada 229 ton bawang merah dan 193 ton bawang putih. Cabai besar dan rawit masing-masing 221 dan 209 ton. Sementara untuk protein, daging sapi ada 204 ton, daging ayam 305 ton, dan telur ayam hampir 579 ton.

Memang, di sepuluh hari pertama puasa, kenaikan harga sempat terjadi. Beras lokal naik sekitar seribu sampai dua ribu rupiah per kilo. Bawang dan cabai bahkan melonjak lima hingga sepuluh ribu. Lonjakan ini wajar, sih, dipicu membanjirnya permintaan dan sedikit kendala distribusi dari luar daerah.

Muhammad Maulidinsyah, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kalsel, mencoba menenangkan situasi.

"Dari pemantauan kami di lapangan dan laporan dari daerah, stok secara keseluruhan relatif aman. Memang ada pengakuan kalau harga naik saat Ramadan, itu biasa. Tapi stok bahan seperti bawang dan cabai pun aman. Pasokan sempat berkurang, tapi belakangan ini sudah mulai meningkat lagi," jelasnya, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, pemantauan harga sudah dilakukan jauh sebelum Ramadan oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas dan kelancaran distribusi.

Di sisi lain, untuk meringankan beban masyarakat, DPKP berencana menggelar pasar murah pada 12 Maret mendatang. Langkah ini diharapkan bisa menekan inflasi dan memudahkan warga mendapatkan kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.

Maulidinsyah juga berpesan. Ia mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak, tidak perlu menimbun atau membeli secara berlebihan. Pasokan, kata dia, benar-benar cukup untuk memenuhi kebutuhan sepanjang Ramadan hingga hari raya Idul Fitri.

Penulis: Anto | Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar