Ledakan mengguncang Teheran dini hari tadi. Serangan udara gabungan AS dan Israel, yang disebut-sebut semakin masif, kali ini merambah target-target yang mengejutkan: fasilitas sipil. Di antara gedung yang disasar, Rumah Sakit Anak Gandhi di ibu kota Iran jadi sasaran. Suasana langsung berubah jadi chaos. Para petugas medis berhamburan, memindahkan pasien-pasien dalam kondisi darurat.
Menurut sejumlah saksi di lokasi, dampak ledakannya terasa sangat luas. Tak jauh dari rumah sakit itu, markas organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran juga hancur diterjang. Bahkan, guncangan dari serangan bertubi-tubi itu dikabarkan merusak beberapa fasilitas umum lain di sekitarnya. Kerusakannya parah.
Serangan ternyata tak berhenti di situ. Gedung penyiaran milik pemerintah, stasiun televisi Republik Islam Iran, ikut dibombardir. Bagi otoritas setempat, ini jelas sebuah taktik. Mereka menilai serangan itu upaya sistematis untuk memutus arus informasi ke publik, terutama soal perkembangan di lapangan dan laporan-laporan kejahatan perang.
Akibatnya, siaran televisi nasional pun padam mendadak.
“Masyarakat diminta untuk sementara mengikuti perkembangan informasi melalui saluran radio kami,”
begitu kira-kira instruksi darurat yang dikeluarkan pihak stasiun televisi, dalam upaya menjaga arus informasi tetap mengalir.
Yang menarik diamati adalah respons atau tepatnya, kurangnya respons dari kawasan. Meski serangan ini terang-terangan menyasar rumah sakit dan pusat informasi, belum terdengar kecaman keras dari negara-negara Arab tetangga. Situasinya jadi terasa ironis.
Di sisi lain, justru serangan balasan Iran-lah yang mendapat sorotan dan kecaman dari sejumlah negara Teluk. Teheran sendiri bersikukuh bahwa tindakan mereka murni bentuk pertahanan diri, sebuah jawaban atas agresi yang terus dilakukan oleh Israel dan AS. Dunia seakan hanya menonton, sementara eskalasi terus berlanjut dengan korban yang semakin tidak jelas batasannya.
Artikel Terkait
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Tambrauw Terbukti Masih Berstatus ASN Selama Menjabat
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Jangan Kecil Hati Diejek, Presiden pun Sering Dihina
Presiden Prabowo Perintahkan Penambahan Sekolah Rakyat di Bali, Minta Bupati Siapkan Lahan
Pemprov DKI Gelar Lomba Pemilahan Sampah untuk Hotel, Kafe, dan Restoran, Hadiahnya Insentif Pajak