Prabowo Pimpin Pertemuan Langka dengan SBY, Jokowi, dan Para Mantan Pemimpin di Istana

- Selasa, 03 Maret 2026 | 21:55 WIB
Prabowo Pimpin Pertemuan Langka dengan SBY, Jokowi, dan Para Mantan Pemimpin di Istana

Di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026) lalu, suasana terasa berbeda. Presiden Prabowo Subianto mengundang para pendahulunya untuk sebuah silaturahmi. Tak cuma presiden dan wakil presiden terdahulu, pertemuan itu juga dihadiri sederet ketua umum partai politik serta anggota kabinet. Intinya, berkumpullah para tokoh yang pernah dan akan memegang kendali negeri ini.

Yang menarik perhatian, Prabowo duduk semeja dengan dua orang yang pernah memimpin Indonesia sebelum dirinya: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi). Mereka bertiga duduk sejajar. Sebuah pemandangan yang cukup langka, melihat ketiganya dalam satu frame yang sama seperti itu.

Acaranya sendiri digelar tertutup. Tapi dari foto yang dirilis Biro Sekretariat Presiden, kita bisa menangkap sedikit gambaran. Diskusi berlangsung dalam formasi melingkar, dengan beberapa layar monitor di tengah ruangan. Nuansanya terlihat cukup intens.

Di belakang Prabowo, SBY, dan Jokowi, berdiri Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Sementara di sisi kiri Presiden, duduklah tiga mantan wakil presiden: Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma'ruf Amin. Mereka tak sendirian. Beberapa nama seperti mantan Menlu Marty Natalegawa dan Alwi Shihab juga terlihat hadir, bersama sejumlah jajaran kabinet lainnya.

Lalu di mana Gibran?

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ternyata mengambil posisi di sisi kanan Prabowo. Ia duduk berdekatan dengan para ketua umum partai politik yang hadir. Sementara di seberang meja, terpantau wajah-wajah lain dari kabinet yang ikut serta dalam pertemuan penting tersebut.

Pertemuan seperti ini, meski singkat, jelas punya makna tersendiri. Bukan sekadar foto bersama, tapi lebih pada simbol penyatuan visi. Atau setidaknya, upaya untuk menjaga komunikasi antar berbagai poros kekuatan politik di Indonesia. Bagaimanapun, mereka semua pernah dan sedang memikul beban yang sama: memimpin negara ini.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar