MURIANETWORK.COM – Video itu beredar cepat, memancing tanya. Tampak warga mengais beras yang sudah bercampur tanah, bungkusnya pecah berantakan. Rupanya, bantuan sembako itu didistribusikan dengan cara dijatuhkan langsung dari helikopter. Menanggapi hal ini, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto akhirnya memberikan penjelasan.
Menurutnya, metode pengiriman lewat udara – termasuk menggunakan helibox dan payung udara – terpaksa dilakukan. Situasi di lapangan memang rumit. Helikopter tak bisa mendarat karena di area itu banyak kabel listrik. Kalau dipaksakan, justru membahayakan.
“Dari pada dibawa lagi ke pangkalan udara, lebih baik didrop dan dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujar Agus.
Pernyataan itu disampaikannya di Posko Terpadu TNI Penanggulangan Bencana Alam, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12/2025).
Artikel Terkait
Dari Tunanetra Jadi Terapis Andalan, Andry Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Berkarya
Puisi: Arsip Sunyi yang Menyimpan Kekecewaan Publik
Banjir Lumpuhkan Lintasan, 82 Perjalanan KA Terpaksa Batal
Mikrofon Dimatikan Saat Kerabat Keraton Solo Protes di Acara Penyerahan SK Menteri